Modal Imbang dari Bali United, Semen Padang Tantang PSM Makassar dengan Percaya Diri
02 Februari 2026 15:18
Seorang pembunuh berantai menghabisi dua korbannya di wisma yang sama. Hanya dalam waktu dua pekan. Beruntung, polisi cepat mengungkapnya, sehingga bisa mencegah adanya korban lain.
BANDUNG, BUKAMATA - Mengenakan pakaian tahanan biru, serta tangan terborgol, Muhammad Rian (21), dihadirkan di lokasi penemuan mayat Elya Lisnawati (25).
Jasad janda satu anak itu, ditemukan warga tergeletak di kebun kosong di Kampung Cidadap, Megamendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/3/2021) lalu. Lokasi itu dipasangi garis polisi berwarna kuning.
Menurut pelaku, dia menghabisi wanita berambut panjang itu di sebuah wisma di Puncak Bogor, Jawa Barat. Awalnya, mereka melakukan transaksi seks lewat aplikasi chat. Kemudian sepakat bertemu di wisma lokasi korban di bunuh.
Usai melakukan persetubuhan, Rian mencekik korban. Lalu mempreteli barang-barangnya. Kemudian dijual di forum jual beli.
Sebelumnya, 25 Februari 2021, Rian membunuh korban lainnya. Seorang gadis bercelana doraemon. Diska Putri (17). Juga dihabisi di wisma yang sama. Kamarnya berbeda. Korban dihabisi juga dengan cara dicekik usai berhubungan badan, lalu jasadnya dimasukkan ke dalam kantong plastik, lalu ditaruh di depan toko material Jalan Raya Cilebut, Kota Bogor.
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro menyebut, Rian diduga berperilaku bak pembunuh berantai. “Aksi biadab dari tersangka MRI 21 tahun yang kami duga berperilaku layaknya serial killer atau pembunuh berantai,” ungkap Susatyo, Kamis (11/3/2021) kemarin.
Pelaku kata Kombes Susatyo, berprilaku seperti sedang melakukan pembunuhan berantai. Indikasi ini, terlihat dari kondisi pelaku yang menikmati aksi pembunuhan yang dilakukan.
"Sekali lagi ini upaya kami jangan sampai ada korban berikutnya. Ini adalah termasuk dalam kaitan serial killer atau pembunuh berantai. Tidak hanya sekitar 2 minggu melakukannya (pembunuhan pertama), tapi TSK (tersangka) kembali melakukannya dan ada kecenderungan untuk menikmati dengan meninggalnya dua korban tersebut," beber Susatyo.
Susatyo menjelaskan, Rian ditangkap di tempat persembunyiannya di sebuah kontrakan di Depok, Jawa Barat pada Rabu (10/3/2021) malam.
Ia ditangkap 14 hari setelah mayat Diska Putri ditemukan di Cilebut, Kota Bogor dan sekitar 13 jam setelah mayat Elya Lisnawati ditemukan.
Rian dibekuk oleh Tim gabungan Reserse Polresta Bogor Kota, Polsek Tanah Sareal yang dibackup oleh Direktorat Reskrim Polda Jawa Barat. Rian yang saat itu mengenakan kaos hitam, diinterogasi singkat oleh petugas saat ditangkap.
“Ceritain di mana kamu membunuh, terus kamu buang, pakai apa dibuangnya, terus kenapa? Kenapa kamu bunuh?,” ujar anggota polisi di dalam mobil itu.
“Saya benci Pak sama perempuan. Saya benci sama perempuan,” jawab Rian.
“Itu kamu lewat OB-an atau apa?,” tanya anggota polisi.
“Open BO,” jawab Rian.
“Kamu bayar berapa?,” tanya anggota polisi itu.
“Rp 1 juta,” jawab Rian.
“Dibunuh di mana?,” cecar anggota polisi.
“Hotel puncak,” jawab Rian.
“Diapain?” tanya petugas lagi. “Dicekik”, jawab Rian. “Terus?” kejar petugas.
“Udah dicekik saja,” ujar Rian.
“Habis itu diapain?” tanya anggota polisi lagi.
“Saya bungkus plastik,” kata Rian.
“Bawanya pakai apa?,” tanya anggota polisi.
“Saya sewa tas di teman saya” kata Rian.
“Terus? Dimasukin ke ransel si mayat? Dibungkus plastik? Terus ditaruh?,” cecar anggota polisi.
“Iya,” jawab Rian singkat.
“Jangan bilang iya, kamu yang jawab?”, tegas anggota polisi itu.
“Iya (dibuang) di Cilebut,” kata Rian.
“Habis itu kamu ke mana?”, tanya polisi.
“Pulang,” ujar Rian.
“Merasa berdosa tidak?,” kata anggota polisi.
“Merasa pak, merasa,” jawab Rian.
“Kamu tidak diapa-apain ini ya?” tegas anggota polisi.
“Iya pak enggak diapa-apain,” jawab Rian
“Hp-nya dijual ke mana?” tanya polisi.
“Di forum, saya COD-in,” ujar Rian.
Korban yang dimaksud Rian adalah Diska Putri, yang dibuang ke Jalan Cilebut.
Dalam aksinya, Rian mencari korbannya secara acak di media sosial (medsos). Setelah saling berkenalan dan berkomunikasi di medsos, Rian kemudian mengajak calon korbannya untuk bertemu. Agar calon korbannya tertarik, Rian mengiming-iminginya dengan sejumlah uang dan janji mengajak berkencan.
"Modusnya sama, bahwa TSK ini berjanjian, kenalan lewat medsos kemudian ketemu. Korban kemudian dibawa jalan-jalan ke kawasan Puncak Bogor dengan iming uang," kata Susatyo.
"Korban kemudian dibawa ke penginapan di Puncak. Selesai berkencan, korban dihabisi dengan cara dicekik. Kemudian barang barangnya diambil," imbuhnya.
02 Februari 2026 15:18
02 Februari 2026 13:53
02 Februari 2026 13:45
02 Februari 2026 13:44
02 Februari 2026 13:39
02 Februari 2026 09:43
02 Februari 2026 09:34
02 Februari 2026 09:19
02 Februari 2026 09:56
02 Februari 2026 11:43