PINRANG, BUKAMATA - Di antara lubang-lubang jalanan di poros Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Sidrap, ada sebatang pohon pisang. Sengaja ditanam warga Desa Alitta, Kecamatan Mattirobulu, Kabupaten Pinranv. Mereka sudah bosan "berdansa" di atas kendaraan.
Tanam pohon pisang di tengah jalan, itu bentuk protes mereka. Salah seorang pengguna Facebook, Adhy Asriadi membagikanfoto tersebut di dinding Facebooknya. Dibubuhi captoon, "aneh tp nyata tumbuh pisang ditengah jln".
Postingan tersebut banyak dibagikan pengguna Facebook yang lain. Warganet tersebut, memberikan memberikan komentar pedas sebagai protes terhadap Pemerintah.
Hamka Alfami, salah seorang warga Alitta mengatakan, mereka sudah resah. Jalan tersebut adalah penghubung dua kabupaten, tapi sudah bertahun-tahun jalanan ini tidak ada perubahan.
"Inisiatif warga menanam pohon pisang sebagai bentuk permohonan agar kiranya jalan tersebut diperbaiki," kata Hamka dalam komentar di FB.
Bahkan jalan tersebut berada di depan sekolah SMPN 3 Mattiro Bulu. "Semoga ada tindak lanjut dari pemerintah menangani jalan tersebut. Sekian dan terima kasih," tulis Hamka.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pinrang, Awaluddin Maramat mengatakan, jalan tersebut merupakan ruas kewenangan kabupaten dengan ruas Kariango Lawawoi.
"Rencana tahun ini akan dilakukan perbaikan melalui usulan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN)," janji Awaluddin.
Penulis: Jun
TAG
BERITA TERKAIT
-
Kewenangan Pusat, Pemkab Luwu Timur Tetap Respon Cepat Aduan Jalan Rusak Ussu-Batas Kota Malili
-
Bupati Luwu Timur Bakal Perbaiki Jalan dan Pelabuhan di Loeha Raya
-
Guru dan Petani Rasakan Dampak Perbaikan Jalan di Sulsel
-
Gubernur Sulsel Pastikan Penanganan Darurat Jalan Rusak Moncongloe, Talud dan Aspal Disiapkan
-
Gerak Cepat Munafri Tangani Jalan Rusak Metro Tanjung Bunga–Barombong