Ibnu Kasir Amahoru
Ibnu Kasir Amahoru

Selasa, 02 Maret 2021 17:18

Kediaman pribadi Nurdin Abdullah.
Kediaman pribadi Nurdin Abdullah.

Geledah Rumah Nurdin Abdullah hingga Kantor PUPR, KPK Temukan Uang Tunai

Dari Kantor Dinas PUTR Susel, penyidik KPK membawa tiga koper yang disita.

MAKASSAR, BUKAMATA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di dua lokasi terkait dengan kasus suap yang melibatkan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

Dua lokasi tersebut adalah Kantor Dinas PUTR Provinsi Sulsel yang berada di Jalan AP Pettarani dan rumah pribadi Nurdin Abdullah di Kompleks Perumahan Dosen Unhas Tamalanrea, Kota Makassar.

"Dari dua lokasi tersebut ditemukan dan diamankan bukti di antaranya berbagai dokumen yang terkait dengan perkara ini dan juga sejumlah uang tunai," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Selasa (2/3/2021).

Dari Kantor Dinas PUTR Susel, penyidik KPK membawa tiga koper, masing-masing dua berwarna hitam dan satu berwarna merah. Koper tersebut kemudian dibawa ke Jakarta untuk dijadikan barang bukti.

Sehari sebelumnya, Senin (1/3/2021), penyidik KPK juga melakukan penggeledahan di Rumah Dinas Jabatan Gubernur Sulsel dan Rumah Dinas Jabatan Sekretaris Dinas PUTR.

Sama seperti penggeledahan hari ini, di dua lokasi itu juga diamankan sejumlah dokumen dan juga uang. Selanjutnya, dokumen dan uang tunai itu dilakukan validasi dan analisa untuk dijadikan sebagai barang bukti.

"Untuk jumlah uang tunai saat ini masih akan dilakukan penghitungan kembali oleh tim penyidik KPK," ujarnya.

Diketahui, Nurdin Abdullah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan pembangunan infrastruktur di Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021.

Selain Nurdin, KPK juga telah menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu Edy Rahmat (ER) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel atau orang kepercayaan Nurdin dan Agung Sucipto (AS) selaku kontraktor.

#Nurdin Abdullah #OTT KPK