Aswad Syam
Aswad Syam

Selasa, 02 Maret 2021 14:06

Nurdin Abdullah saat digiring ke gedung KPK.
Nurdin Abdullah saat digiring ke gedung KPK.

Bung Hatta Anti-Corruption Award Akan Tinjau Ulang Penghargaan Nurdin Abdullah

P-BHACA akan meninjau ulang penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award yang telah diterima Nudin Abdullah.

JAKARTA, BUKAMATA - Pada 2017 lalu, Nurdin Abdullah menerima penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award. Saat itu, dia masih Bupati Bantaeng, Sulsel. Penghargaan itu diberikan karena Nurdin Abdullah dianggap sebagai tokoh antikorupsi. Dia dianggap membangun tata kelola pemerintahan yagn baik dan bersih selama menjabat mulai 2008 hingga 2018. Penghargaan BHACA ini sendiri, merupakan anugerah bagi pribadi yang bersih dari praktik korupsi serta diharapkan menjadi panutan gerakan antikorupsi.


Namun, peristiwa Sabtu dini hari, 28 Februari 2021, di mana Nurdin Abdullah dicokok oleh KPK, begitu mengejutkan Pengurus Perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA). Mereka pun memutuskan akan meninjau ulang penghargaan yang telah diterima Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif itu.

"P-BHACA sangat terkejut dan menyesalkan perkembangan yang terjadi. Apabila di kemudian hari terbukti telah terjadi penyelewengan/pengkhianatan terhadap nilai-nilai tersebut di atas, maka kebijakan P-BHACA adalah me-review kembali penganugerahan tersebut," demikian keterangan tertulis P-BHACA kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).

Menurut P-BHACA, penerima award dipilih melalui proses yang amat seksama dan hati-hati oleh dewan juri yang independen pada tahun 2017. Nurdin Abdullah sebagai Bupati Bantaeng, dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan BHACA yang menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dan kejujuran serta independensi.

"P-BHACA akan menunggu proses hukum terhadap Nurdin. Pencabutan penghargaan disebut memerlukan ketelitian. Oleh sebab itu, Dewan Pengurus P-BHACA akan mengevaluasi secara internal melalui proses due diligence yang berlaku di P-BHACA, di mana penarikan kembali sebuah award memerlukan proses yang tidak kalah teliti dari penganugerahannya," tulis P-BHACA.

P-BHACA akan terus mengikuti proses hukum yang sedang berlangsung, dan mengaku akan senantiasa menghormati serta mendukung upaya KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia.

Diberitakan sebelumnya, Nurdin Abdullah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap proyek di Sulsel pada Minggu dini hari. Dan langsung ditahan di rutan KPK. Nurdin tak sendiri. Dia ditahan bersama Sekretaris Dinas PUTR Provinsi Sulsel, Edi Rahmat sebagai tersangka penerima, serta kontraktor Agung Sucipto sebagai tersangka pemberi suap.

#Nurdin Abdullah #OTT KPK