BUKAMATA - Pemimpin sipil Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi menghadapi pengadilan pada Senin (01/02/2021) melalui tautan video. Itu adalah pertama kalinya dia dilihat oleh pengacaranya sejak kudeta militer satu bulan lalu.
Wanita berusia 75 tahun itu tampak sehat selama persidangan, kata pengacaranya, Khin Maung Zaw kepada AFP.
Dia menghadapi dua tuduhan, yaitu terkait dengan mengimpor walkie talkie dan menggelar kampanye selama pandemi.
Pengacaranya yang lain, Min Min Soe mengatakan bahwa sidang Suu Kyi berikutnya akan dilakukan pada 15 Maret.
Aung San Suu Kyi ditahan pada hari kudeta, dan sejak saat itu tidak pernah muncul di depan umum. Dia dilaporkan menjadi tahanan rumah di Naypyidaw, sebuah kota terpencil yang dibangun militer pada masa kediktatoran sebelumnya.
Kemunculan Aung San Suu Kyi di pengadilan terjadi ketika para demonstran kembali turun ke jalan di seluruh negeri, setelah melewati hari paling mematikan sejak pengambilalihan kekuasaan.
Menurut PBB, sedikitnya 18 orang tewas pada hari Minggu (28/02/2021) ketika tentara dan polisi menembakkan peluru tajam ke arah demonstran di kota-kota di Myanmar.
Ratusan orang juga ditangkap selama akhir pekan. Banyak dari mereka dibawa ke Penjara Insein, di mana para juru kampanye demokrasi terkemuka Myanmar telah menjalani hukuman penjara yang lama di bawah kediktatoran sebelumnya.
The Assistance Association for Political Prisoners, lebih dari 1.100 orang telah ditangkap, didakwa, atau dijatuhi hukuman di Myanmar sejak kudeta.
BERITA TERKAIT
-
Aung San Suu Kyi Dipindahkan ke Lokasi yang Dirahasiakan
-
Pelapor Khusus PBB Peringatkan Potensi Peningkatakan Kekerasan di Myanmar
-
Penahanan Aung San Suu Kyi Diperpanjang Hingga 17 Februari
-
Apa Yang Kita Ketahui Sejauh Ini Tentang 'Kudeta' di Myanmar
-
Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi Ditahan oleh Militer, Memicu Kehawatiran Kudeta