Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Irjen Pol (Purn) Umar Septono memilih bertani setelah pensiun dari kepolisian.
BUKAMATA - Di tengah lahan luas yang gembur, berdiri seorang pria. Berkopiah putih. Mengenakan kaus lengan panjang. Juga celana hitam yang selutut. Tanah gembur itu, lalu dia tanami dengan pokok tanaman.
Usai itu, dia menikmati makanan siang, berbaur para petani lainnya. Pria itu, dulunya adalah jenderal bintang dua di kepolisian. Dia pensiun dari kepolsian pada Agustus 2020 lalu, dengan pangkat terakhir Inspektur Jenderal. Jabatan terakhirnya, Wakil Irwasum di Mabes Polri. Irjen Pol (Purn) Umar Septono.
.jpeg)
Dia seorang perwira tinggi kepolisian yang tampil bersahaja. Tak pernah meninggalkan salat berjemaah di masjid. Bahkan, saat menjadi Kapolda Sulsel, dia dikabarkan pernah meninggalkan seorang presiden hanya karena di corong masjid, azan sudah berkumandang.
Bagi Umar, jabatan dan pangkat bukanlah segalanya. Kerendahan hati serta kesederhanaanlah yang menjadi kunci utama untuk mendapatkan kedamaian hidup.

Pensiun dari institusi kepolisian, Umar memilih pulang ke kampung halamannya di Purbalingga, Jawa Tengah. Di sana, dia bertani. Itu terlihat di kanal YouTube budi bb. "Selamat pagi. Dunia panggung sandiwara, hidup di dunia hanya sendau gurau, kita hanya menjalani. Saya lahir dari desa dari petani menjadi polisi menjadi Jenderal menjadi Kapolda sekarang sudah pensiun. Kembali lagi menjadi petani lagi. Jadi hidup hanya menjalani saja, syukuri dan jalani," ujarnya.
Dengan topi caping, dipadu celana pendek dan sandal jepit, dia mengayuh sepeda berwarna hitam ke lahan pertaniannya. "Semangat untuk petani, hidup petani," pungkasnya.
Saat masih aktif di korps baju cokelat, Irjen Umar dikenal rendah hati. Sebagai Kakor Sabhara Baharkam Polri ketika itu, Irjen Umar sempat mendapat musibah. Mobilnya ditabrak oleh seorang dosen bernama Suyatim di Tol Cipali. Irjen Umar memerintahkan ajudan mencari alamat Suyatim.
Umar kemudian melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Polisi Satwa di Kelapa Dua Depok. Usai salat Zuhur, Umar menuju kediaman Suyatim di Perumahan Pura Bojong Gede Tajur Halang. Dia didampingi sang ajudan.
Suyatim sudah sangat takut. Namun, ternyata Umar datang bukan untuk marah-marah. Apalagi minta ganti rugi. Pertemuan berlangsung hangat dengan diselingi canda tawa. Puncaknya, ketika Suyatim meminta maaf langsung kepada Umar.
Dilansir dari Merdeka.com, saat menjabat sebagai Kapolda Sulsel, Umar memiliki agenda khusus untuk bersilaturahmi dengan masyarakat kalangan bawah. Agustus 2018 lalu, Irjen Umar bersama jajarannya terlihat bersilaturahmi mengunjungi rumah seorang lansia di Sulsel. Ia tampak memikul sendiri dua karung beras seberat 50 kilogram, menuju ke kediaman lansia yang akan ia kunjungi.
Sesampainya di rumah yang dituju, Umar pun langsung memberikan beras yang dibawanya. Ia tampak mencium tangan seorang nenek yang ada di rumah tersebut.
Penulis: Maulana
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33