Ibnu Kasir Amahoru
Ibnu Kasir Amahoru

Minggu, 28 Februari 2021 07:20

Nurdin Abdullah. IST
Nurdin Abdullah. IST

Nurdin Abdullah ke Warga Sulsel: Saya Mohon Maaf

Nurdin Abdullah menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan.

MAKASSAR, BUKAMATA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang, jasa dan pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan.

Selain Nurdin Abdullah, KPK juga menetapkan Edy Rahmat (ER) selaku Sekretaris Dinas  PUTR Sulsel, dan Agung Sucipto (AS) selaku kontraktor sekaligus pemberi, sebagai tersangka.

Usai ditetapkan tersangka, Nurdin Abdullah akan ditahan di Rutan Cabang KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 27 Februari 2021 sampai dengan 18 Maret 2021.

Saat keluar dari gedung KPK, Nurdin Abdullah yang mengenakan rompi oranye dan tangan tangan diborgol, mengaku tidak tahu menahu soal transaksi yang dilakukan Edy Rahmat.

"Saya ikhlas menjalani proses hukum, karena memang kemarin itu tidak tau apa-apa kita, ternyata Edi itu melakukan transaksi tanpa sepengetahuan saya," kata Nurdin, Minggu (28/2/2021).

Untuk itu, gubernur bergelar profesor itu menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan.

"Sama sekali tidak tahu, demi Allah, demi Allah. Saya mohoh maaf (kepada masyarakat Sulsel," katanya sambil masuk ke dalam mobil KPK.

Dalam kasus ini, Nurdin Abdullah disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

 

#Nurdin Abdullah #Gubernur Sulsel #OTT KPK