Ririn
Ririn

Kamis, 25 Februari 2021 14:11

Demonstran memprotes kudeta militer
Demonstran memprotes kudeta militer

Demonstran Pro dan Anti-Militer Bentrok di Myanmar

Demonstrasi menentang kudet telah berlangsung selama tiga minggu, dan para mahasiswa telah berjanji untuk keluar di pusat komersial Yangon pada hari Kamis.

BUKAMATA - Polisi Myanmar memblokir kampus di Yagon pada hari Kamis (25/02/2021) untuk mencegah mahasiswa turun ke jalan dan bergabung dalam protes terhadap kudeta.

 

Pada saat yang sama, sekitar 1.000 pendukung militer berkumpul untuk unjuk rasa di Yangon tengah, dan bentrokan antara demonstran pro dan anti-militer pun tak terhindarkan.

Mengutip seorang saksi mata, globalnews.ca melaporkan bahwa pendukung militer melemparkan batu dan menembakkan ketapel. Ada laporan penikaman, namun belum dikonfirmasi kebenarannya.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak tentara merebut kekuasaan pada 1 Februari dan menahan pemimpin pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi.

Demonstrasi menentang kudeta telah berlangsung selama tiga minggu, dan para mahasiswa telah berjanji untuk keluar di pusat komersial Yangon pada hari Kamis. Tetapi polisi memblokir gerbang kampus untuk menggagalkan rencana mereka.

“Kami para mahasiswa harus meruntuhkan kediktatoran,” kata Kaung Sat Wai, di luar kampus universitas utama Yangon.

“Sejak kudeta, hidup kami menjadi tanpa harapan, mimpi kami telah mati.”

Selain mahasiswa, banyak profesional dan pegawai pemerintah juga telah turun ke jalan untuk menyuarakan penentangan mereka terhadap Junta.

Para dokter akan mengadakan protes pada hari Kamis sebagai bagian dari apa yang disebut revolusi jas putih.

Sementara itu, panglima militer Jenderal Min Aung Hlaing mengatakan bahwa pihak berwenang tetap mengikuti jalur demokrasi dalam menangani protes. Polisi juga hanya menggunakan kekuatan minimal, seperti peluru karet.

Meskipun demikian, tiga pengunjuk rasa dan satu polisi telah tewas dalam kekerasan.

Sebuah kelompok hak asasi mengatakan, hingga Rabu, sebanyak 728 orang telah ditangkap, dituntut atau dijatuhi hukuman sehubungan dengan protes pro-demokrasi.

#Myanmar