SIDRAP, BUKAMATA - Generasi milenial diajak untuk jeli melihat peluang usaha dalam kondisi pandemi Covid-19. Meski dalam krisis, pasti ada kesempatan peluang berusaha.
Owner Tepi Sawah Sidrap, Muhammad Ferdhy Asdana menyebutkan, pandemi Covid-19 meluluhlantahkan perekonomian di Indonesia. Namun, jika kita hanya berdiam diri, tentu akan tambah parah. Harus berani mengambil sebuah tanggung jawab dengan semua ide di kepala.
Mantan Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sulawesi Selatan ini, membuka usaha tempat makan dan minum di Sidrap, Sulawesi Selatan. Bersama istrinya Nurul Resqi Fatimah Madjid, Ferdhy membuka tempat makan yang berlokasi tepatnya di Jalan Poros Soppeng Sidrap (Depan Bulog Tanete) sekitar 2 Km dari Jantung Kota Kabupaten Sidrap.
Baca Juga :
"Ya, kami bismillah untuk memulai membuka usaha ini. Di sini kami menjual memang good location, good food dan good drink, hamparan sawah menjadi panorama luar biasanya. Meski saat ini saya turut bahagia melihat petani memanen hasil pertanian,” ujar Tenaga Ahli DPRD Sulawesi Selatan ini saat berbicara konsep usahanya, Selasa, (23/2/2021).
Tempatnya terlihat begitu asyik dengan suasana banyak furnitur bambu. Tak hanya menawarkan tempat makan dengan suana di pinggir sawah, di sini juga ada pernak-pernik pertanian yang bisa dijadikan properti untuk berselfie ria.
Sasaran pengunjung memang untuk lokal dan bahkan wisatawan asing. Namun itu kata Ferdhy, dalam jangka panjang. Untuk situasi Pandemi seperti ini, ia berharap dengan lebih banyak lokal saja dahulu.
"Ke depan, kami optimis masa sulit ini akan lewat. Kami percaya kedepannya akan kembali normal. Makanya kami berani membuka usaha ini. Namanya juga pengusaha dengan segala risiko tentu kami siap hadapi," sebutnya.
Pemuda kelahiran Wajo ini sangat optimis, meski di tengah pandemi seperti ini, ekonomi perlahan dibangkitkan bersama.
"Kami optimis ekonomi akan pulih seperti biasanya lagi, ayo kita sinergi bersama pulihkan ekonomi,” tutur mantan Ketua HMPS Pendidikan Sosiologi UNM ini.
Meski selama pandemi seperti sekarang ini, Tepi Sawah Sidrap buka dari pukul 10.00 Wita sampai pukul 22.00 Wita, dengan memperkerjakan 23 orang pegawai.
“Yah, kami tetap mengimbau pengunjung untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Warga sekitar lokasi Tepi Sawah menjadi karyawan di sini. Setidaknya mereka mampu berpenghasilan ketika banyak karyawan yang justru dirumahkan. Saya berpesan, saat pandemi seperti ini, sekecil apapun peluang, kita manfaatkan. Buktinya kita masih bisa dapat untung. meski tak senormal saat belum ada Covid-19," sebut alumni Pascasarjana UNM ini.
Penulis: Yahya