Ririn
Ririn

Minggu, 21 Februari 2021 12:58

AFP
AFP

Rusia Deteksi Penularan Pertama Flu Burung H5N8 pada Manusia

Strain H5N8 sangat menular dan mematikan bagi burung, namun ini belum pernah dilaporkan menyebar ke manusia.

BUKAMATA - Rusia telah mendeteksi kasus flu burung H5N8 pertama di dunia, yang ditularkan dari unggas ke manusia.

Otoritas kesehatan Rusia mengatakan, tujuh pekerja di sebuah pabrik unggas di Rusia selatan terinfeksi, setelah wabah ditemukan di antara unaggas pada Desember.

Para pekerja tidak menderita konsekuensi kesehatan yang serius, tambahnya. Mereka diyakini tertular virus dari unggas di peternakan.

"Ketujuh orang itu ... sekarang merasa sehat," kata kepala pengawas kesehatan konsumen Rusia, Anna Popova.

Popova menambahkan bahwa para ilmuwan di laboratorium Vektor telah mengisolasi materi genetik strain dari tujuh pekerja tersebut.

Kabar baiknya, virus ini tidak menunjukkan tanda-tanda penularan dari manusia ke manusia, kata Popova, seraya menambahkan bahwa kasus tersebut telah dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Informasi tentang kasus pertama penularan flu burung (H5N8) di dunia ke manusia telah dikirim ke Organisasi Kesehatan Dunia,” katanya.

"Penemuan mutasi ini, ketika virus belum memiliki kemampuan untuk menularkan dari manusia ke manusia memberi kita semua, seluruh dunia, waktu untuk bersiap menghadapi kemungkinan mutasi dan bereaksi dengan cara yang memadai dan tepat waktu."

WHO mengkonfirmasi pada hari Sabtu bahwa telah diberitahu oleh Rusia tentang perkembangan tersebut.

"Kami sedang berdiskusi dengan otoritas nasional untuk mengumpulkan lebih banyak informasi dan menilai dampak kesehatan masyarakat dari virus ini," kata seorang juru bicara.

"Jika dikonfirmasi, ini akan menjadi pertama kalinya H5N8 menginfeksi manusia."

Strain H5N8 sangat menular dan mematikan bagi burung, namun ini belum pernah dilaporkan menyebar ke manusia.

Sementara itu, manusia dapat tertular virus flu burung dan babi, seperti subtipe flu burung A (H5N1) dan A (H7N9) dan subtipe flu babi seperti A (H1N1).

Menurut WHO, orang biasanya terinfeksi melalui kontak langsung dengan hewan atau lingkungan yang terkontaminasi, dan tidak ada penularan yang berkelanjutan di antara manusia.

H5N1 pada manusia dapat menyebabkan penyakit parah dan memiliki angka kematian 60 persen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Flu Burung