Ririn
Ririn

Sabtu, 20 Februari 2021 19:09

Seorang pria terluka oleh peluru karet saat protes di Mandalay pada 20 Februari 2021. (Foto: Reuters)
Seorang pria terluka oleh peluru karet saat protes di Mandalay pada 20 Februari 2021. (Foto: Reuters)

Penembakan Terhadap Demonstran Anti-kudeta Myanmar, 5 Orang Terluka

Insiden itu terjadi pada hari Sabtu, ketika ratusan polisi berkumpul di galangan kapal Yadanarbon di Mandalay, di sungai Irrawaddy.

BUKAMATA - Penggerebekan polisi di sebuah galangan kapal di kota terbesar kedua Myanmar berubah menjadi kekerasan ketika pihak berwenang menembakkan peluru karet ke pengunjuk rasa yang berkumpul untuk menghentikan penangkapan.

Seorang fotografer di tempat kejadian melaporkan bahwa lima orang terluka karena terkena peluru karet.

Insiden itu terjadi pada hari Sabtu, ketika ratusan polisi berkumpul di galangan kapal Yadanarbon di Mandalay, di sungai Irrawaddy.

Kehadiran mereka memicu ketakutan di antara warga sekitar, bahwa pihak berwenang akan mencoba menangkap pekerja yang ikut serta dalam gerakan anti kudeta.

Sambil memukul panci dan wajan (yang menjadi tanda pembangkangan) para pengunjuk rasa mulai berteriak pada polisi, dan mendesak mereka untuk pergi.

Tetapi polisi melepaskan tembakan dengan peluru karet dan bola ketapel, sehingga menyebabkan sedikitnya lima orang terluka.

Seorang wanita mengalami luka di kepala dan petugas darurat segera memberikan pertolongan pertama padanya.

"Penembakan masih berlangsung. Beberapa orang terluka," kata ketua layanan penyelamatan kota itu kepada AFP.

Sebuah video Facebook yang disiarkan langsung oleh seorang penduduk di tempat kejadian tampaknya memperdengarkan suara tembakan tanpa henti.

"Mereka menembak dengan kejam," kata penduduk, yang berlindung di lokasi konstruksi terdekat. "Kita harus mencari tempat yang lebih aman."

Sejak protes nasional dimulai dua minggu lalu, pihak berwenang di beberapa kota telah mengerahkan gas air mata, meriam air, dan peluru karet terhadap para demonstran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Myanmar

Berita Populer