Redaksi
Redaksi

Selasa, 16 Februari 2021 13:35

Seorang prajurit membisikkan asma Allah ke telinga Prada Maulana yang terluka. (Sumber: Viva)
Seorang prajurit membisikkan asma Allah ke telinga Prada Maulana yang terluka. (Sumber: Viva)

Asma Allah di Antara Desing Peluru KKB Papua

Prada Maulana mengerang kesakitan. Rekoset peluru KKB Papua menyerempet wajahnya. Namun tiba-tiba tenang setelah dibisikkan asma Allah oleh rekan-rekannya sesama prajurit.

ILAGA, BUKAMATA - Sabtu, 13 Februari 2021. Kondisi Kampung Ilambe, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, begitu mencekam. Terdengar suara letusan senjata api di mana-mana. Menyalak ke arah sekumpulan pria berbaju loreng.

Mereka adalah prajurit Batalyon Infanteri Raider 715/Motuliato (Yonif Raider 715/MTL). Situasinya tak menguntungkan. Mereka dihujani peluru dari atas bukit. Peluru-peluru terdengar membentur alat-alat berat tempat mereka berlindung.

Peluru-peluru itu dari senjata para anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua Ilaga, pimpinan Lekagak Telenggen.

Saat itu, pasukan Raider TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) itu, baru saja pulang dari meninjau sebuah kampung yang dibakar kelompok separatis itu. Pasukan Yonif Raider 715/MTL berasal dari Gorontalo. Mereka mulai bertolak meninggalkan markas mereka di Motilango, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, pada Senin 16 November 2020 lalu. Mereka berangkat ke Papua dengan menumpangi Kapal Perang KRI Teluk Parigi 539 milik TNI Angkatan Laut.

"Arghhh," terdengar jeritan tertahan Prada Maulana. Dia memegangi kepalanya. Darah segar mengucur di sela-sela jemarinya. Hidungnya terkena rekoset peluru KKB. Seorang rekannya merunduk ke arah Prada Maulana.

Dengan sebuah kain putih, rekan Prada Maulana berusaha menghentikan pendarahan. Sedangkan prajurit TNI lainnya, mengamankan lokasi dengan membentuk posisi siaga tempur. Selain itu, radio komunikasi terus menyala saling memberi arahan dan petunjuk kepada prajurit TNI lain yang berada di lokasi berbeda.

Prada Maulana terus mengerang kesakitan. Seorang rekannya lalu berbisik ke telinga Prada Maulana. “Astaghfirullah. Istighfar, istighfar dek,” ujarnya.

Prada Maulana pun mengikuti instruksi itu. Dia lalu beristigfar. Prada Maulana lalu lebih tenang dari sebelumnya. Semua terekam dalam sebuah video, yang lalu beredar luas di media sosial.

Prada Maulana lalu diterbangkan ke Timika pakai helikopter untuk mendapatkan perawatan. Saat ini, kondisinya dikabarkan berangsur membaik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#KKB

Berita Populer