Ibnu Kasir Amahoru
Ibnu Kasir Amahoru

Kamis, 04 Februari 2021 16:31

Mahfud MD. IST
Mahfud MD. IST

Juliari Batubara Pernah Curhat Soal Penyaluran Bansos ke Mahfud MD

Menurut Mahfud, kedatangan Juliari kala itu untuk membahas seputar bantuan sosial COVID-19 pada 2020.

BUKAMATA - Juliari Batubara rupanya pernah mendatangi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, saat masih menjabat Menteri Sosial (Mensos).

Menurut Mahfud, kedatangan Juliari kala itu untuk membahas seputar bantuan sosial (bansos) COVID-19 pada 2020.

Kedatangan Juliari saat itu, kata Mahfud, untuk menyampaikan keluh kesah terkait sulitnya langkah untuk menyalurkan bansos. Hal itu dipengaruhi juga rumitnya laporan pertanggungjawaban yang harus disiapkan Kemensos kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

"Ketika awal-awal pandemi itu Mensos itu datang ke saya, 'Pak, ini kami dana banyak, tapi sulit menyalurkan bansos karena administrasi untuk pertanggungjawaban dari BPK terlalu rumit, sehingga ndak banyak yang berani membagikan bansos, nanti disalahkan korupsi'," ujar Mahfud dalam acara BPK RI, Kamis (4/2/2021).

Juliari menyambanginya, kata Mahfud, tak lama setelah Presiden Joko Widodo meluapkan kekesalannya atas minimnya penyerapan anggaran untuk kepentingan bansos. Padahal, saat itu anggaran yang disediakan untuk kepentingan bansos terbilang besar.

"Karena anggaran untuk COVID yang besar itu belum tersalurkan secara proporsional. Waktu itu yang tersalur sedikit sekali, sampai bulan puasa, sampai habis lebaran itu yang tersalur sedikit. Lalu presiden tanya, kenapa ini tidak tersalur apa kita tidak memikirkan rakyat, uang sudah disediakan kok, membelanjakan aja sulit," ucap Mahfud.

Setelah mendengar cerita Juliari, Mahfud lantas memutuskan untuk mendatangi Ketua BPK Agung Firman Sampurna untuk mengkonfirmasi kebenaran terkait rumitnya laporan pertanggungjawaban tersebut. Saat mengkonfirmasi itu, menurut Mahfud, hal tersebut langsung dibantah pihak BPK.

BPK menegaskan kepada Mahfud bahwa mekanisme laporan dalam penyaluran bansos COVID-19 tidak rumit sama sekali. Asalkan pihak Kemensos menyertakan seluruh bukti pembelian barang untuk kebutuhan bansos tersebut.

"Akhirnya saya datang temui Pak Agung Firman di sini, saya cerita. Wah itu mengada-ada katanya. Ndak ada kesulitan. Kalau kebenaran materilnya sudah bisa dibuktikan bahwa benar-benar dibelanjakan untuk itu kenapa kok harus sulit-sulit nanti kami kan tahu juga, kami bisa tahu juga mana yang benar mana yang salah," beber Mahfud.

Setelah mendengar jawaban dari BPK, Mahfud lalu menyarankan Juliari agar tetap menjalankan proses penyaluran bansos itu. Terlebih, saat itu ia pun telah berdiskusi pula dengan pihak KPK untuk melakukan pemantauan terhadap hal itu.
Hingga sampai pada akhirnya OTT terhadap Juliari pun terjadi.

"Tahu-tahu sesudah itu, di OTT (operasi tangkap tangan oleh KPK) menterinya, sampai sekarang. Jadi, sebenarnya enggak rumit, yang lain juga jalan," tegas Mahfud.

Pada akhirnya, Mahfud mengingatkan, bahwa laporan pertanggungjawaban bukanlah hal yang sulit dilakukan. Asalkan seluruhnya telah memenuhi syarat materiil, hal itu pasti akan diterima oleh BPK sebagai bentuk pertanggungjawaban.

"Sebenarnya yang saya ingin katakan, saya tidak ingin ungkit apa yang terjadi hubungan saya dengan Mensos, tapi saya ingin katakan bahwa sebenarnya pemeriksaan itu yang penting benar. Kalau formal sulit dipenuhi, materilnya supaya ditunjukan supaya ditunjukan bahwa itu benar," kata Mahfud.

#Juliari Batubara #Mahfud MD

Berita Populer