Ririn
Ririn

Senin, 01 Februari 2021 11:47

Tentara Myanmar terlihat di dalam Balai Kota di Yangon. (Reuters)
Tentara Myanmar terlihat di dalam Balai Kota di Yangon. (Reuters)

"Kami Akan Mengambil Tindakan," AS Mengutuk Kudeta Militer di Myanmar

Pada Senin pagi, Militer Myanmar mengumumkan bahwa mereka telah mengambil alih negara itu dan menyatakan keadaan darurat selama satu tahun.

BUKAMATA - Amerika Serikat menyatakan keprihatinannya atas kudeta militer di Myanmar dan penangkapan terhadap para pemimpin sipil.

"AS khawatir dengan laporan bahwa militer Burma (Myanmar) telah mengambil langkah-langkah untuk merusak transisi demokrasi negara itu, termasuk penangkapan Penasihat Negara Aung San Suu Kyi dan pejabat sipil lainnya di Burma," kata juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki.

Ia menambahkan bahwa Presiden Biden telah diberi pengarahan oleh NSA terkait situasi di Myanmar.

"Kami terus menegaskan dukungan kuat kami untuk lembaga-lembaga demokrasi Burma, dan dalam koordinasi dengan mitra regional kami, mendesak militer dan semua pihak lainnya untuk mematuhi norma-norma demokrasi dan supremasi hukum, serta untuk membebaskan mereka yang ditahan," tambah Psaki.

"Amerika Serikat menentang setiap upaya untuk mengubah hasil pemilu baru-baru ini atau menghalangi transisi demokrasi Myanmar, dan akan mengambil tindakan terhadap mereka yang bertanggung jawab jika langkah-langkah ini tidak dibatalkan," kata pernyataan itu.

Pada Senin pagi, Militer Myamar mengumumkan bahwa mereka telah mengambil alih negara itu dan menyatakan keadaan darurat selama satu tahun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Myanmar

Berita Populer