MAMUJU, BUKAMATA - Jumat dini hari itu, Kaeluddin (61) sedang terbaring di salah satu bangsal di RS Mitra Manakarra. Tiba-tiba sekira pukul 02.45 Wita itu, sebuah guncangan dahsyat menggoyang rumah sakit. Akibatnya, bangunan itu rubuh.
Namun saat itu, Kaeluddin sempat ditarik keluar, hingga selamat dari reruntuhan bangunan. Bersama istri dan tiga anaknya, dia lalu bergabung dengan warga lainnya di lokasi pengungsian Dusun Salulampio, Desa Bambu, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Sayang, lima hari di pengungsian, Kaeluddin tak bisa bertahan. Dia mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa, 19 Januari 2021, sekitar pukul 17.00 Wita.
Dirman, salah seorang kerabatnya mengatakan, almarhum meninggalkan satu orang istri dan tiga anak. Dua laki-laki, satu perempuan. Mereka masih berada di posko pengungsian Dusun Salulampio, Desa Bambu. Dirman berharap, pemerintah memperhatikan nasib keluarga almarhum. Pasalnya, mereka lanjut Dirman, dari keluarga tidak mampu.
"Rumah mereka hanya gubuk yang sudah tidak layak huni," jelas Dirman.
BERITA TERKAIT
-
Perusahaan di Sulsel Kumpulkan Rp 1 Miliar CSR Bantu Korban Gempa Sulbar
-
Pascasarjana Unhas Luncurkan Armada Pangan dan Baby Care untuk Korban Gempa Sulbar
-
Gandeng Ije Squad Makassar, Partai Islam Se-Malaysia Salurkan Bantuan kepada Korban Gempa Majene
-
Kapolri Apresiasi Langkah Cepat Gubernur Sulsel untuk Korban Gempa Sulbar
-
Gubernur Sulsel Berikan 100 Unit Rumah Hunian Tetap untuk Korban Gempa Sulbar