Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Sejumlah Kendaraan di Jalan Tupai Makassar
01 Februari 2026 14:50
Axel Fong panik. Saat sudah membuka mata, badan sudah terhimpit beton. Dia masih bisa meraih ponselnya, lalu mengetik di linimasa Facebooknya, permintaan tolong. Namun, warganet, temannya di dunia maya, banyak yang merespons dengan emoticon ketawa dan komentar lucu. Mereka tak tahu, pada saat itu, Axel dan keluarganya sedang berjuang antara hidup dan mati oleh gempa M 6,2.
MAMUJU, BUKAMATA - Axel Fong, adalah warga Mamuju, Sulawesi Barat. Rumahnya berada di Jl KS Tubun 3, Kota Mamuju. Pada saat gempa magnitudo 6,2 mengguncang Kota Mamuju sekitar pukul 02.45 Wita, Axel Fong bersama istri dan tiga anaknya, juga ibunya dan seorang karyawannya, sedang terlelap.
Rumah yang ditinggalinya pun rubuh. Material bangunan mengubur mereka. Axel masih sempat meraih ponselnya. Lalu menulis permintaan tolong di linimasa media sosial Facebooknya.
"Toolongggggg rumah kami rubuh kami terjepit dalammmmmm," tulis Axel. Di riwayat postingannya tertulis pukul 03.08 Wita, pada Jumat, 15 Januari 2021.

Bukannya mendapatkan respons cepat, beberapa warganet justru merespons postingan itu dengan emoticon ketawa. Bahkan ada yang menulis di kolom komentar, menganggap lucu postingan Axel.
Dalam keadaan panik, Axel kembali memposting di linimasanya, "To lo ooooopooooooo9o." Itu pada pukul 03.09 Wita. Atau satu menit dari postingan pertama. Seperti sebelumnya, postingan kedua ini juga direspons dengan emoticon ketawa oleh warganet. Mereka belum sadar tentang apa yang menimpa Axel di Mamuju sana.
Panik melihat istrinya, ibunya, juga anak-anaknya dan seorang karyawannya, makin lemah tertindis beton bangunan, pada pukul 03.11 Wita, Axel kembali memposting di linimasa FB-nya, "Ks tubun no 3 Rimuku mamuju." Itu adalah alamat rumahnya.
Masih direspons ketawa. Lalu pada pukul 03.12 Wita, Axel kembali memposting, "Tolong info grup penolong."

Disusul postingan, "Kami terjebak tertindis di dalam." Itu pada pukul 03.13 Wita.
Karena masih direspons dengan main-main, pada pukul 13.17 Wita, Axel kembali memposting, "Toooolooooooooooooog." Lalu melanjutkan postingan baru di linimasa Facebooknya, "Mungkin orang tidak tau diluar." Itu juga pada pukul 13.17 Wita.

Lalu disusul 20 postingan berikutnya, yang narasinya singkat. Meminta tolong, memberi tahu alamat rumahnya. Mungkin dalam pikiran Axel, meski postingannya diketawai, yang penting dia sudah berusaha, dalam situasi yang ruang geraknya terbatas, Axel telah berbuat yang terbaik untuk menyelamatkan keluarga kecilnya, istrinya, ibunya, tiga anaknya, serta seorang karyawannya.



Hingga pada postingan terakhir pukul 08.33 Wita, Axel masih sempat memposting, "Tolong bantuan alat istri sy dan anak saya masih terjebaj." Selama enam jam, Axel berusaha meminta bantuan lewat teman-teman dunia mayanya.

Saat pertolongan datang, Axel harus menerima kenyataan pahit. Meski tiga anaknya, serta ibu dan karyawannya berhasil diselamatkan, namun, dia harus rela kehilangan istri. Wanita yang mendorongnya untuk terus memposting permintaan tolong.
Pemilik akun @dyacaroline yang mengaku adik Axel, mengatakan Axel terjebak dengan enam orang lainnya. Yaitu, istrinya, ketiga anaknya, ibunya, dan seorang karyawan.
"Sudah ditemukan, istrinya kakakku Axel Fong meninggal dunia tak bisa diselamatkan," ujarnya, Jumat (15/1/2021) kemarin.
Kami turut berdukacita sedalam-dalamnya Axel.
Penulis: Maulana
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50