Redaksi
Redaksi

Rabu, 13 Januari 2021 11:27

Korban Asrul, masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat bola mata kirinya pecah usai dipanah sekelompok pria.
Korban Asrul, masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat bola mata kirinya pecah usai dipanah sekelompok pria.

Motif Pemanah Bola Mata di Makassar Dipicu Dendam Lama Dua Kelompok

Dendam lama, jadi pemicu pemanah bola mata di Makassar. Korban Asrul, saat ini masih menjalani perawatan. Pasalnya, bola mata kirinya pecah akibat tertancam anak panah dari besi.

MAKASSAR, BUKAMATA - Luka lama itu terkuak kembali. Antara kelompok remaja Pondok Asri dan kelompok remaja BTN Pepabri. Padahal sudah pernah didamaikan. Dan gencatan senjata berjalan lama. Itu diungkap Kapolsek Biringkanaya, Kompol Wayan Wayracana Aryawan yang dikonfirmasi Bukamatanews.id, Rabu, 13 Januari 2021.

Karenanya, Asrul (17) pada malam itu, 9 Januari 2021, sama sekali tak menyangka kalau bakal diserang. Malam itu dia melenggang membeli rokok, ketika tiba-tiba diadang 13 pria yang mengenakan penutup wajah.

Asrul lalu merasakan matanya perih. Sebuah anak panah dari besi (busur), menancap di bola mata kirinya. Peristiwa itu di depan mata rekan Asrul. Rega namanya. Rega pun berteriak dan didengar rekan-rekannya.

Para penyerang lalu dikejar. Di antara rekan Asrul yang mengejar, ada Aden (18). Namun pengejaran Aden terhenti. Paha kanannya perih. Ada anak panah besi yang menancap. Diduga dari kelompok yang sama, yang menyerang Asrul.

"Memang betul (motif dendam lama). Cuman keduanya (remaja Pondok Asri dan remaja BTN Pepabri), sudah pernah kami pertemukan dan lama sekali tidak terjadi saling serang," terangnya.

Mantan Kasi Ops Brimob Polda Sulsel ini juga menambahkan, kedua remaja antara Pondok Asri dengan BTN Pepabri dipertemukan pada April 2020 lalu.

"Bulan April-Mei kami sudah berupaya untuk mendamaikan keduanya dan kembali terjadi lagi di bulan Januari 2021," ungkap Kompol Wayan. 

Sebelumnya diberitakan, dua remaja yang saat itu hendak membeli rokok tiba-tiba diserang dengan jumlah belasan orang. Para pelaku juga menggunakan penutup wajah. Akibatnya, Asrul mengalami luka di bagian bola mata sebelah kiri, lantaran tertancap anak panah. Sedangkan Aden saat mencoba mengejar para pelaku tiba-tiba terhenti, karena terkena anak panah di bagian paha sebelah kanan.

Sekadar diketahui, enam dari belasan orang yang melakukan penyerangan secara tiba-tiba itu terhadap dua remaja tersebut telah berhasil diamankan anggota Resmob Polda Sulsel, yang memback up Opsnal Polsek Biringkanaya.

Hingga saat petugas masih terus mengejar para pelaku lainya. Dan enam pelaku yang telah berhasil diamankan, sementara masih menjalani pemeriksaaan lebih lanjut di Polsek Biringkanaya.

Penulis: Maulana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Penganiayaan #busur bola mata

Berita Populer