Ririn
Ririn

Selasa, 12 Januari 2021 18:10

Adnan Oktar (tengah)
Adnan Oktar (tengah)

Pemimpin 'Kultus Seks' Turki Dipenjara 1.000 Tahun Karena Pelecehan

Adnan Oktar dinyatakan bersalah atas 10 dakwaan terpisah, termasuk pelecehan seksual terhadap anak, memimpin geng kriminal, dan pemerkosaan.

BUKAMATA - Seorang pemimpin "kultus seks" Turki yang kerap berkhotbah sambil dikelilingi oleh wanita glamor telah dijatuhi hukuman penjara selama 1.075 tahun.

Adnan Oktar dinyatakan bersalah atas 10 dakwaan terpisah, termasuk pelecehan seksual terhadap anak, memimpin geng kriminal, pemerkosaan, pemerasan, penipuan, spionase politik dan militer, dan penyiksaan.

Oktar membantah semua tuduhan tehadapanya, dan mengatakan kepada hakim ketua pada bulan Desember bahwa dia memiliki hampir 1.000 pacar.

"Ada limpahan cinta di hatiku untuk wanita. Cinta adalah kualitas manusia. Itu adalah kualitas seorang Muslim," katanya dalam sidang lain di bulan Oktober.

Namun selama persidangan, ada banyak bukti yang dihadirkan untuk mendukung tuduhan terhadapnya.

Salah satu wanita yang menjadi saksi mengatakan kepada pengadilan bahwa Oktar telah berulang kali melakukan pelecehan seksual terhadapnya dan wanita lainnya. Dia merinci bahwa beberapa wanita yang diperkosa dipaksa minum pil kontrasepsi.

Pernyataan itu didukung dengan temuan 69.000 pil kontrasepsi yang diperoleh polisi di rumahnya. Oktar berdalih bahwa pil itu digunakan untuk mengobati gangguan kulit dan gangguan menstruasi.

OktarOktar pertama kali menjadi perhatian publik pada 1990-an, ketika dia menjadi pemimpin sekte yang terlibat dalam berbagai skandal seks.

Pada tahun 2011, dia menjalankan saluran televisi online A9, di mana dia membahas tentang Islam, sambil dikelilingi oleh wanita berpakaian seksi, yang dia sebut 'anak kucing'.

Dia juga dikenal karena menulis serangkaian buku yang mempromosikan kreasionisme melawan teori evolusi Darwin.

OktarDia ditangkap pada 2018 bersama puluhan pengikutnya dalam penggerebekan polisi di propertinya di Istanbul dan kota-kota lain sebagai bagian dari penyelidikan terhadap kelompoknya.

Penangkapan itu terjadi setelah pengawas media Turki memberlakukan denda terhadap saluran TV Oktar dan menangguhkan siaran acaranya.

#Turki