Ririn
Ririn

Selasa, 12 Januari 2021 15:12

Seorang pekerja medis mengambil sampel swab dari seorang wanita untuk diuji Covid-19 di Shah Alam, Malaysia pada 7 Januari 2021. (Foto: Reuters / Lim Huey Teng)
Seorang pekerja medis mengambil sampel swab dari seorang wanita untuk diuji Covid-19 di Shah Alam, Malaysia pada 7 Januari 2021. (Foto: Reuters / Lim Huey Teng)

Malaysia Umumkan Keadaan Darurat untuk Mengekang Penyebaran Covid-19

Keadaan darurat akan berlangsung hingga 1 Agustus atau lebih awal, tergantung pada keadaan infeksi virus corona

BUKAMATA - Raja Malaysia Sultan Abdullah pada hari Selasa (12/01/2021) mengumumkan keadaan darurat di seluruh negeri untuk mengekang penyebaran COVID-19.

"Keadaan darurat akan berlangsung hingga 1 Agustus atau lebih awal, tergantung pada keadaan infeksi virus corona," kata pengawas istana Ahmad Fadil Shamsuddin dalam sebuah pernyataan, dikutip CNA.

Keputusan itu diambil setelah Sultan Abdullah bertemu dengan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin di Istana Negara sehari sebelumnya.

“Dalam sidang tatap muka selama 45 menit mulai pukul 17.30 kemarin, Tan Sri Muhyiddin bin Yassin mempresentasikan hasil Sidang Kabinet tentang usulan pelaksanaan proklamasi keadaan darurat sebagai langkah proaktif untuk menertibkan dan mengatasi kasus harian positif COVID-19 yang terus menerus mencapai empat angka sejak Desember lalu," demikian bunyi pernyataan itu.

Keputusan Raja juga didasarkan pada data yang menunjukkan sistem perawatan kesehatan mulai kewalahan.

"Menurut statistik, 15 rumah sakit COVID-19 mencatat tingkat penggunaan tempat tidur COVID-19 (non-ICU) lebih dari 70 persen," tambahnya.

Di Lembah Klang, penggunaan tempat tidur ICU untuk pasien COVID-19 di Rumah Sakit Kuala Lumpur dan Pusat Medis Universitas Malaya telah mencapai 100 persen, sedangkan di Rumah Sakit Sungai Buloh 83 persen. Tingkat penggunaan tempat tidur ICU untuk Pasien COVID-19 di Perak, Selangor, Melaka, Terengganu dan Sarawak telah melebihi 70 persen," tambahnya.

Raja Malaysia juga mengizinkan proposal pemerintah untuk membentuk komite independen yang terdiri dari pemerintah dan anggota parlemen oposisi (anggota parlemen), serta pakar kesehatan untuk menangani situasi COVID-19.

Jumlah infeksi tambahan di Malaysia mencapai rekor tertinggi minggu lalu, di mana itu menembus angka 3.000 per hati untuk pertama kalinya. Total kasus virus corona telah melewati 138.000 pada hari Senin, dengan 555 kematian.

#Malaysia