Aswad Syam
Aswad Syam

Sabtu, 09 Januari 2021 11:50

Direktur Poltekpar Makassar, Muhammad Arifin.
Direktur Poltekpar Makassar, Muhammad Arifin.

Direktur Poltekpar: Covid-19 Pacu Kreativitas Kita

Direktur Poltekpar Makassar menganggap, pandemi Covid-19 juga menantang kreativitas perguruan tinggi.

MAKASSAR, BUKAMATA - Covid-19 memiliki banyak sisi negatif. Pandemi yang hampir setahun melanda Indonesia ini, sudah memakan banyak korban. Juga sudah meruntuhkan banyak sendi ekonomi.

Direktur Politeknik Pariwisata Makassar, Muhammad Arifin menilai, kita tidak boleh menyerah. Menurutnya, memang Covid-19 banyak sisi negatifnya. Namun, hikmah tetap harus ditarik dari bencana non alam ini. Salah satunya, mampu menantang kita untuk kreatif.

Itu dilihat Arifin di kampus yang dikelolanya. Bagaimana unsur SDM betul-betul harus digembleng untuk kreatif menghadapi pandemi ini.

Melalui Covid-19 ini, Poltekpar Makassar kata Arifin, memberi pelatihan kepada dosen soal pengajaran, tentang bagaiamna mengajar sistem online. Karena menurut dia, tidak semua mata pelajaran bisa diajarkan dengan sistem online dengan mudah. Dia mencontohkan tata boga.

"Tata boga ini, harus diajarkan secara langsung lewat praktik. Tapi karena tidak dimungkinkan tatap muka langsung, kita lakukan dengan cara, bahan diambil mahasiswa di kampus, baru diracik di rumahnya. Dan dosen memantau," ungkapnya.

Menurut Arifin, kalau kita tidak berkreasi, maka tidak akan kesampaian. Dengan online, memang butuh biaya tidak sedikit. Pasalnya menggunakan medium internet.

"Tapi semua mahasiswa kita bantu kuota Rp100 ribu per bulan. Dosen juga kita kasi begitu," ungkapnya.

Di mata Arifin, proses belajar mengajar daring di Poltekpar Makassar selama ini sudah berjalan dengan baik. Nyaris tak ada kendala. Salah satu yang ditekankan kata Arifin, meski mahasiswa praktik tata boga di rumahnya, tetap diharuskan mengenakan seragam boga.

Begitu pula saat mengikuti teori. Tetap diharuskan memakai atribut Poltekpar Makassar, seragam juga dasi. Rambut mahasiswa juga kata Arifin, tetap dipantau.

"Memang karena kita tidak ketemu langsung, tapi sama dengan ketemu langsung. Ketika belajar di rumah harus seperti di kampus. Ketika praktik di rumah harus belajar baju boga. Begitu juga teori, tetap pakai dasi. Tetap kita pantau semua, termasuk rambutnya," bebernya.

Menurut Arifin, untuk 2021, karena mengacu ke peraturan pemerintah yang belum untuk tatap muka, maka mereka tetap laksanakan metode belajar daring.

Saat ini tambah Arifin, Poltekpar juga tetap membangun jaringan, koordinasi, kerjasama. Pertama, semua dinas pariwisata di Sulsel sudah kerjasama dengan Poltekpar. Ketika Dispar akan melakukan pengembangan ke masyarakat, maka Poltekpar Makassar akan membantunya.

Semua piminan hotel di Sulsel, juga sudah melakukan kerjasama dengan Poltekpar Makassar. "Dengan perkembangan yang sekarang ini dari Kemdikbud, sebagai perguruan tinggi vokasi, bahwa perguruan tinggi Vokasi harus melakukan kerjasama dengan industri," ungkapnya.

Minggu kedua Desember 2020, Poltekpar Makassar kata Arifin, melakukan MoU di Yogya dengan 7 GM, ditambah ketua IHGMA-nya.

"Kita sudah melakukan kerjasama dengan 19 GM di Sulut. SDM yang unggul menjadi tanggung jawab perguruan tinggi dan industri," pungkasnya.

#Poltekpar Makassar