LUWU, BUKAMATA - Bupati Kabupaten Luwu, Dr Basmin Mattayang melantik Penjabat Sekertaris Kabupaten(Sekda)
Luwu dan Pimpinan Tinggi Pratama, Rabu (30/12/2020) di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Luwu, Kelurahan Pammanu, Belopa Utara.
Drs H Sulaiman MSi dilantik menjabat Penjabat Sekda Luwu, menggantikan Ridwan Tumbalolo yang memasuki masa pensiun.
Sulaiman sendiri saat ini masih menjabat Kepala BKPSDM pemkab Luwu.
Selain melantik Penjabat Sekda, Bupati Luwu juga melantik Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemkab Luwu. Mereka yang dilantik antara lain, Ir Syaiful Abdul Latif menjabat Kepala Dinas Nakertrans, Ahmad Awwabin (Bappelitbangda), Tandi Raja
(Kadis Pariwisata), Rakhmat
Arifuddin menjabat Perpusda, Johan Daido menjabat Kadis Pertanahan, serta Baso A Tenriesa (Sekwan DPRD).
Juga ada Sakri S.Pi (Staf Ahli Bupati), Rahman Mandaria (Kepala BPBD), Drs Hasbullah (Kadis Pendidikan), Zainal Said (Kepala Dinas Ketahanan Pangan), Ir. Baharuddin (Kadis Perikanan), Andi Palanggi (Kepala Inspektorat), Yermia
Maya (Kadis Damkar), Ahyar Kasim (Asisten Perekonomian), Drs Muhammad Rudi (Kepala Bapenda), Andi Iskandar S. Sos (Kasatpol PP), Anwar Usman (Kadis Kominfo), Amang Usman (Asisten III Bupati), Andi Fatahillah (Kadis UKM dan Koperasi,
Rudi Dappi (Asisten I), H Sulaiman (kepala BKPSDM) dan Alamsyah dilantik menjabat Kadis Pemuda dan Olahraga.
Usai melantik Penjabat Sekda dan Pimpinan Tinggi Pratama, Bupati Luwu menuturkan pergantian jabatan itu adalah hal wajar.
Menurut Basmin Mattayang, pejabat itu harus paham soal kepekaan sosial ,
apakah kepekaan sosial itu hanya pimpinan yang harus tahu. "Tentu tidak, pembantu pimpinan harus pula memahami kepekaan sosial," ungkap Basmin.
Basmin pula mengajak pejabatnya untuk menyatukan visi. "Mari kita menyatukan visi, karena yang kita urus adalah rakyat. Itu artinya yang dekat bukan hanya istri dan keluarga akan tetapi maasyarakat juga harus dekat," paparnya.
Dia menambahkan, semua eselon harus dituntut menjaga kepekaan sosial. Birokrasi itu di berikan kepada aparatur oleh negara untuk melayani administrasi masyarakat.
"Jika pelayan administrasi tidak hadir, maka yakin akan kacau pelayanan itu," tuturnya.
Menurut Basmin, mutasi itu memang hal biasa, akan tetapi mutasi itu ada acuannya, mutasi ini adalah hasil job fit.
Untuk itu lanjut dia, ada 2 hal yang harus dipahami seorang pejabat, pertama Efektif Speaking (efektif bicara) dan great writing (hebat menulis).
Di akhir sambutannya, Basmin
Mattayang menegaskan, tata
kelola pemerintahan di Luwu ini dia pastikan tak ada dendam. Yang non job kata dia, sudah dia kembalikan dan lantik pada posisi jabatannya.
"Negara ini rusak jika dikelola dengan dendam politik," tandas Basmin.
Sementara itu, mantan Penjabat Sekda Luwu Ridwan Tumbalolo pada momen acara lepas sambut menuturkan, selama menjabat Kepala Dinas maupun penjabat Sekda senantiasa menjunjung etika jabatan.
"Loyalitas kepada pimpinan harus di kedepankan, paling penting membangun kerja sama yang baik, yakin saja tanpa kerja sama iklim dan situasi pemerintahan pasti tidak kondusif," ujarnya.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Bantuan Keuangan Pemprov Sulsel untuk Ruas Jalan Prioritas di Luwu Rampung 100 Persen
-
Setelah Palopo, Pj Gubernur Prof Fadjry Djufry Uji Coba Makan Bergizi dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Luwu
-
Gempa Magnitudo 3,9 Guncang Luwu
-
Proyek Awak Mas di Luwu Serap 70 Persen Lebih Tenaga Kerja Lokal
-
Wakili Sulsel di Ajang Apresiasi KIP 2024, Berikut Sederet Prestasi Desa Langkidi