Redaksi : Sabtu, 26 Desember 2020 16:27
Lisa Sirait dan pembunuhnya.

MEDAN, BUKAMATA - Polis Diraja Malaysia (PDRM), membekuk seorang pria asal Langsa, Aceh. Itu setelah seorang wanita cantik asal Asahan, Sumatera Utara bernama Lisa Sirait, tewas dibunuh.

TKP-nya di perumahan di Jalan Sri Sarawak 18, Taman Sri Andalas, Klang, Selangor, Malaysia, pada Rabu (23/12/2020).

Dari fakta-fakta yang dikumpulkan polisi Malaysia, diketahui bahwa sebelum dibunuh, Lisa juga diperkosa oleh pelaku. Pasalnya, ada sperma di kemaluan Lisa.

Pihak PDRM membeber kronologinya. Kala itu, Lisa sendirian di rumah. Sang kakak sedang pergi membeli makanan.

Pelaku rupanya sudah mengintai sebelum kakak korban ke luar. Begitu melihat kakak korban keluar pelaku masuk ke dalam rumah. Dia lalu memperkosa korban, kemudian menikam leher gadis cantik itu. Tak hanya itu, pelaku juga merampok barang-barang korban.

Begitu kembali, sang kakak histeris mendapati sang adik sudah tewas dengan kondisi mengenaskan. Tubuhnya bersimbah darah. Ada luka tikaman di lehernya.

Lisa sendiri cukup aktif bermain TikTok. Sebelum tewas, ia sempat mengunggah 8 video di TikTok, termasuk bersama sang kakak. Sejumlah video TikTok-nya dibanjiri ucapan duka cita.

Di rumah duka di Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, tenda dan tikar sudah digelar.

Keluarga dan para kerabat ramai datang bertakziah.

Pihak keluarga Lisa kini sedang menanti kedatangan jenazahnya dari Malaysia.

Dila Sirait, kakak Lisa, bahkan sangat berharap pemerintah dapat menolong proses pemulangan jenazah Lisa.

“Mohon bantuannya pak jokowi supaya mayat adek saya sama adek saya yang di malaysia itu bisa pulang kembali,” tulisnya di Facebook.

Persatuan Kebajikan Aceh Klang, anak cabang dari Persatuan Sosialisasi Ummat Ban Sigom Aceh (SUBA), berencana memfasilitasi kepulangan jenazah Lisa ke kampung halamannya di Asahan.

Inisiatif Persatuan Kebajikan Aceh Klang ini merupakan bentuk kepedulian, terutama lantaran pelakunya adalah orang Aceh.

Ketua Persatuan Kebajikan Aceh Klang, Murdani meminta polisi menghukum pelaku seberat-beratnya.

“Tindakan dan perbuatan pelaku sudah mencoreng nama baik Aceh,” tegas Murdani.