Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Seorang gadis ditemukan tewas. Tubuhnya mengapung di empang. Keluarga korban menolak autopsi. Menganggap kematian korban secara wajar.
PINRANG, BUKAMATA - Jumat, 18 Desember 2020. Rahmani (18), gadis Dusun Adolang, Desa Lero, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulsel, mendekati bapaknya. Dia meminta uang jajan.
Sang ayah lalu memberi Rp3.000. Setelah itu, gadis itu pergi. Sampai tengah malam, Rahmani tak juga muncul. Orang tuanya jadi khawatir.
Dicari di berbagai tempat, Rahmani tak juga ditemukan. Barulah keesokan harinya, Sabtu, 19 Desember 2020, sekira pukul 11.30 Wita, tubuh Rahmani sudah menjadi mayat. Ditemukan mengapung di sebuah empang tidak jauh dari rumahnya di Dusun Adolang, Desa Lero, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang.
"Korban ditemukan oleh seorang pria yang sedang memancing,” ungkap Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Dharma Praditya Negara.
Kanitreskrim Polsek Suppa bersama Ka SPKT, Bhabinkamtibmas Desa Lero, anggota Reskrim serta anggota Polair Polda Sulsel dan kepala Puskesmas Suppa, mendatangi kediaman korban tempat mayat wanita tersebut disemayamkan.
Mereka melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban. Saat memeriksa, Kepala Puskesmas mendapati ada luka di bagian mulut korban. Namun keluarga korban tidak mempermasalahkan kematian korban, karena menganggap kematian korban secara wajar. Kemudian dibuatkan pernyataan penolakan untuk dilakukan autopsi, ditandatangani oleh bapak kandung korban.
“Menurut orangtua korban, Rahmani memang sampai sekarang mengalami gangguan jiwa dan terakhir dirawat di rumah Sakit Dadi Makassar pada tanggal 13 Oktober 2020,” ungkap AKP Dharma.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33