PINRANG, BUKAMATA - Minggu, 20 Desember 2020. Pagi itu, jarum jam menunjuk ke pukul 07.00 Wita. Daeng Kulle (38) dan Rahman (27), nelayan asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengarahkan perahunya ke kerambah. Saat itu, keduanya berada di perairan Selat Makassar, Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Sulsel.
Tiba-tiba, keduanya melihat ada lambaian tangan dari kejauhan. Daeng Kulle dan Rahman mengucek-ucek matanya. Ternyata benar. Itu tubuh seseorang yang terombang-ombang gelombang.
Keduanya lalu mendekatkan perahu ke pria yang melambaikan tangan itu. Tubuhnya sudah sangat lemah. Daeng Kulle dan Rahman pun menarik tubuh pria itu ke atas perahu.
Pria tersebut diketahui bernama Sangnging (43), nelayan asal Dusun Labuang 1, Desa Laliko, Kecamatan Campalagiang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Korban meninggalkan rumahnya dan turun melaut pada hari Jumat, 18 Desember 2020, sekitar pukul 04.00 Wita.
Daeng Kulle dan Rahman lantas mengarahkan perahunya kembali ke daratan. Kemudian, korban dilarikan ke puskesmas terdekat dengan ambulans.
Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Dharma membenarkan peristiwa itu. Saat ini kata dia, korban telah mendapatkan perawatan di Puskesmas Mattombong, Kecamatan Mattiro Sompe, Pinrang.
BERITA TERKAIT
-
Baksos Kodaeral VI Bagikan Sembako kepada Nelayan Selayar di Tengah Laut
-
Ratusan Kapal Vietnam Bebas Tangkap Ikan di Laut Natuna, Nelayan Minta Pemerintah Bertindak
-
Kisah Prajurit TNI AL Dihantam Ombak 3 Meter Saat Perjalanan Hendak Menolong 6 Orang Yang Tenggelam di Pantai Ammani
-
Tiga Wisatawan Asal Wajo Tewas Tenggelam di Pantai Ammani, Pinrang
-
4 Nelayan Indonesia Gugat Perusahaan Tuna Raksasa Amerika