Redaksi : Kamis, 17 Desember 2020 11:05
Ilustrasi

MUNA, BUKAMATA - Kamis, 17 Desember 2020 dini hari. Jarum jam menunjuk pukul 03.18 Wita. Seorang pria ber-sweater putih, mengenakan penutup kepala, berdiri di luar pagar rumah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muna, Kubais, di Jalan Bunga Matahari, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Lalu, dia menyalakan sebuah bom molotov, kemudian melemparkan masuk ke dalam rumah. Bom mengenai dinding bagian depan rumah. Kemudian membakar satu kursi. Setelah bom meledak, pelaku melarikan diri. Itu terekam di CCTV.

Kubais saat itu sedang tertidur. Dia baru saja pulang dari Kantor KPU. Dia dibangunkan tetangganya bernama Adi, yang melihat api menyala di bawah jendela. Kubais dan Adi, lalu berusaha memadamkan api.

“Saya lalu membangunkan tetangga dan Ketua KPU. Kita lalu bersama-sama memadamkan api,” ujar Adi.

Kubais sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Muna. Pihak kepolisian pun telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Aksi pelemparan molotov itu, pasca KPU menplenokan hasil peroleh suara pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Muna.

“Pelaku masih dalam lidik. Saksi-saksi yang jelas yaitu, Ketua KPU dan tetangga yang pertama kali mengetahui,” ujar Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho.