Ririn
Ririn

Selasa, 08 Desember 2020 09:50

Ilustrasi
Ilustrasi

WHO Tidak Setuju Jika Pemberian Vaksin Covid-19 Diwajibkan

WHO mengatakan bahwa membujuk orang dan mengudukasi mereka tentang manfaat vaksin virus corona akan jauh lebih efektif daripada memaksa mereka dengan kata wajib.

BUKAMATA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak setuju jika setiap orang diwajibkan menerima vaksin Covid-19.

Pada hari Senin (07/12) WHO mengatakan bahwa membujuk orang dan mengudukasi mereka tentang manfaat vaksin virus corona akan jauh lebih efektif daripada memaksa mereka dengan kata wajib.

Mereka menambahkan bahwa masing-masing negara boleh memiliki aturan tersendiri terkait vaksinasi. Tetapi mereka menekankan bahwa mewajibkan mendapatkan imunisasi terhadap penyakit itu adalah jalan yang salah.

"Saya tidak berpikir bahwa mewajibkan adalah arah yang harus ditempuh di sini, terutama untuk vaksin ini," Kate O'Brien, direktur departemen imunisasi WHO, melalui konferensi pers virtual.

"Akan jauh lebih baik untuk benar-benar mendorong dan memfasilitasi vaksinasi tanpa persyaratan semacam itu."

"Saya tidak berpikir kami membayangkan negara mana pun yang menciptakan kewajiban untuk vaksinasi."

Sementara itu, Direktur Darurat WHO, Michael Ryan mengatakan bahwa, "Kita perlu meyakinkan orang."

"Saya pikir kita semua yang bekerja di bidang kesehatan masyarakat lebih suka menghindari itu (vaksin wajib) sebagai cara untuk mendorong orang divaksinasi," katanya.

"Akan jauh lebih baik orang-orang diberikan data dan manfaat dan membiarkan mereka mengambil keputusan sendiri."

"Ada keadaan tertentu ... di mana saya percaya bahwa satu-satunya hal yang bertanggung jawab adalah divaksinasi," tambahnya.

Menurut tinjauan WHO tentang calon vaksin yang berbeda, 51 telah memasuki uji coba pada manusia, 13 di antaranya telah mencapai pengujian massal tahap akhir.

163 lainnya sedang dikembangkan di laboratorium, dengan tujuan untuk pengujian pada manusia.

Peluncuran vaksin Pfizer pertama di dunia akan dimulai di Inggris pada hari Selasa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Vaksin Covid-19

Berita Populer