Survei Terbaru CRC: Elektabilitas Danny-Fatma 45,9 Persen, Appi-Rahman 35,2 Persen
CRC merilis survei terbarunya terkait elektabilitas Pilwalkot Makassar. ADAMA' masih di atas dengan 45,9 persen. Disusul Appi-Rahman 35,2 persen. Lalu, Deng Ical-Fadli 9,6 persen, dan Irman-Zunnun 6,6 persen,
MAKASSAR, BUKAMATA - Lima hari jelang pemungutan suara Pilwali Makassar 2020, Celebes Research Center (CRC) merilis hasil survei terbarunya. Mengungkap tingkat elektabilitas empat pasangan calon yang bertarung di pesta demokrasi lima tahunan itu.
Survei CRC direkam pada 23-28 November 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 1.000 responden. Metode penarikan sampel menggunakan multistage random sampling dengan toleransi kesalahan dugaan +/- 3,0 persen pada selang kepercayaan 95 persen.
Sampel berasal dari 15 kecamatan yang terdistribusi secara proporsional.
Sementara, pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara tatap muka langsung (face to face) menggunakan kuesioner.
Hasilnya, tingkat elektabilitas pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi tertinggi diantara kandidat lainnya dengan angka 45,9 persen. Disusul pasangan Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando dengan tingkat elektabilitas mencapai 35,2 persen.
"Urutan ketiga tingkat elektabilitas ditempati pasangan Syamsu Rizal-Fadli Ananda dengan angka 9,6 persen. Sementara pasangan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin NH berada di urutan terakhir dengan tingkat elektabilitas terendah di angka 6,6 persen," kata Manager Riset CRC, Muhammad Nur Hidayat saat memaparkan hasil surveinya di Hotel Grand Maleo, Jalan Pelita Raya, Kamis (3/12/2020).
Adapun sampel yang tidak tahu atau tidak menjawab tersisa sebesar 2,7 persen. Angka ini, kata Nurhidayat, jauh lebih rendah dari angka undecided voters survei CRC sebelumnya pada periode 25 september hingga 5 oktober 2020 lalu.
"Jadi kecenderungannya itu, semakin dekat hari H maka semakin kecil undecided voters yang ada," jelas Nur Hidayat.
Dari 97,3 persen responden yang memilih calon walikota dalam survei CRC ini, kata Nur Hidayat, sebanyak 40,6 persen yang sangat kecil atau hampir tidak mungkin lagi mengubah pilihannya.
"Sementara itu 40,2 persen yang kecil kemungkinannya mengubah pilihan, 14,4 persen yang cukup besar kemungkinannya mengubah pilihan, serta yang sangat besar kemungkinannya mengubah pilihan itu hanya tersisa 4,1 persen saja," demikian Nur Hidayat.
News Feed
Kenapa Malam Nisfu Syaban Dianggap Istimewa? Ini Penjelasannya
02 Februari 2026 09:43
GAPEMBI Sulsel Mantapkan Langkah, Siap Dilantik dan Kawal Program Makan Bergizi Gratis
02 Februari 2026 09:34
Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Berita Populer
02 Februari 2026 09:34
Wali Kota Makassar Pererat Kebersamaan Alumni se-Kota Makassar di Bazar Road To Reuni Angkatan 93
02 Februari 2026 09:19
02 Februari 2026 09:43
