Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Demi menjadikan Makassar sebagai kota wisata, Pemkot Makassar, melaunching bus wisata.
MAKASSAR, BUKAMATA — Kamis, 3 Desember 2020. Di Anjungan Pantai Losari, Nurdin Abdullah memegang kendi. Mengenakan batik cokelat, Gubernur Sulsel itu berdiri di depan sebuah mobil bus merah. Pelatnya juga merah. Di dekat Nurdin, berdiri Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin.
Lalu, Nurdin memukulkan kendi itu ke bumper depan bus merah itu. Semua orang tepuk tangan. Termasuk Rudy Djamaluddin. Pemecahan guci dari gerabah itu, menandai launching bus pariwisata milik Pemkot Makassar.
Demi mendorong Kota Makassar menjadi Kota Wisata, Pemerintah Kota Makassar menghadirkan inovasi berbasis layanan transportasi itu. Bus ini sebelumnya adalah hasil recycle atau daur ulang dari mobil sampah Tangkasaki. Bus pariwisata itu, akan dioperasikan hari ini di Kota Makassar.
“Jadi pengadaan ini wujud reinkarnasi dari mobil sampah tangkasaki. Di mana berangkat dari keinginan kami untuk mendorong Makassar menjadi kota tujuan wisata, kota ramah investasi,” ucap Rudy Djamaluddin, Penjabat Wali Kota Makassar, dalam sambutannya.
Selain itu, Rudy mengatakan, ini juga sebagai bentuk rasa dari memanusiakan manusia. Pasalnya, mobil tangkasaki dinilai hanya tampilan luarnya saja yang modern, tapi cara kerjanya masih bersifat konvesional.
“Sebenarnya yang menjadi keprihatinan kita mobil tangkasaki ini cara kerjanya sangat manual. Kenapa demikian, karena dinaikkan cara manual, di dorong ke dalam sampahnya masih manual dan dikeluarkan sampahnya pun masih manual. Jadi kita miris melihat petugas kebersihan kita yang rela masuk di dalam mobil sampah hanya untuk mengeluarkan sampah yang sudah diangkut. Semua ini berawal dari sini,” sebutnya.
Karenanya, kehadiran bus ini menjadi salah satu cara untuk menggunakan truck sampah tangkasi menjadi lebih berguna.
“Tidak mungkin dibiarkan saja begitu, ada sekitar 400-an mobil sampah 120 unit itu mobil tangkasaki sisanya mobil tongkang. Nah transportasi kota kita yang gratis itu tidak ada. Makanya kita buat bus hasil recycle mobil tangkasasi. Kita kan sudah hadirkan juga mobil sampah compactor yang perbandingan kerjanya itu 1:3 dibandingkan mobil tangkasaki,” klaim Rudy.
Sementara, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengapresiasi ide brilian dari jajaran pemerintah kota Makassar. “Ini berkah bagi masyarakat kota Makassar. Ini ide sangat brilian. Biasanya mobil rongsokan dimusnahkan tapi ini bisa dimanfaatkan kembali dan hari ini kita membuktikan kita semua bisa menciptakan pemerintahan yang amanah dan melayani,” ujar Nurdin.
Selain itu, Nurdin pun menilai dalam pemerintahan tak ada pekerjaan yang hina semua saling terkait satu sama lain. Jika fungsi salah satunya hilang maka yang lain akan ikut bermasalah.
Sebagai langkah awal Bus Wisata Metro Kota Makassar ini hanya dihadirkan 3 unit. Namun, Rudy tengah mengusulkan tambahan 10 unit secepatnya.
Untuk rutenya sendiri Bus ini akan melayani 3 koridor yaitu Koridor 1 (Datu museng- Sultan Hasanuddin - Slamet Riyadi - Riburane - Ujungpandang- Pattimura - Sombaopu- Datumuseng).
Koridor 2 (Penghibur- pasar ikan- ujungpandang - nusantara - Riburane- ahmad yani- sudirman- kartini- botolempangan- amanagappa- sudirman- hajibau- penghibur)
Koridor 3 (Penghibur - pasar ikan- ujung pandang- riburane- ahmad yani - balaikota- thamrin - botolempangan- arief rate- sultan hasanuddin- lamadukelleng- haji bau- metro tanjung bunga - zona lego- lego - penghibur).
“Jadi ini gratis yah untuk warga makassar dan wisatawan yang ke Makassar. Jam operasionalnya itu kita usahakan dari pagi sampai malam dengan driver dan pengawas di bus menggunakan sistem shift,” jelasnya.
Dalam acara launching itu juga turut ditampilkan dua unit mobil Damkar Sulsel yang tidak terpakai lagi tapi direcycle menjadi mobil caddy. Mobil caddy ini diperuntukkan untuk wisatawan di Bira, Bulukumba.
Acara ini dihadiri sejumlah anggota Forkopimda, pejabat lingkup Kota Makassar, serta sejumlah petugas kebersihan Kota Makassar.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33