Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Bernama lengkap Adolf Hitler Uunona, ia dilantik sebagai administrator distrik pada konstitusi Namibia pada hari Rabu (28/11).
BUKAMATA - Seorang politisi bernama Adolf Hitler memenangkan kursi dalam pemilihan kepala daerah di Namibia.
Bernama lengkap Adolf Hitler Uunona, ia dilantik sebagai administrator distrik pada konstitusi Namibia pada hari Rabu (28/11).
Sebelumnya, ia meraih 84,88 persen suara dalam pemilihan kepala daerah di distrik Ompundja di wilayah Oshana, di utara Namibia.
Meskipun namanya sama dengan pemimpin Nazi, dia mengatakan pada Bild.ed bahwa dia tidak ada hubungannya dengan ideologi Nazi.
Dia mengakui bahwa ayahnya memang menamainya sesuai nama Hitler. Namun menekankan bahwa "dia mungkin tidak mengerti apa makna Adolf Hitler," katanya.
"Sebagai seorang anak saya melihatnya sebagai nama yang sangat normal. Baru ketika remaja, saya mengerti bahwa pria ini ingin menaklukkan seluruh dunia."
Politisi itu mengatakan bahwa dia biasanya dipanggil dengan Adolf Uunona, dan saat ini sudah terlambat baginya untuk mengubah namanya secara resmi.
"Fakta saya memiliki nama ini tidak berarti saya ingin menaklukkan Oshana," katanya. "Itu tidak berarti saya berjuang untuk mendominasi dunia."
Nambia merupakan bekas jajahan Jerman. Dulunya negara ini dikenal sebagai Jerman Barat Daya Afrika, dan merupakan koloni Jerman dari tahun 1884 sampai berakhirnya Perang Dunia I.
Hitler yang asli kemudian menggunakan penghinaan Perjanjian Versailles pasca perang sebagai alat propaganda untuk memenangkan dukungan bagi Nazi pada 1920-an dan 1930-an.
Genosida Hitler selama Perang Dunia II telah lama menutupi kekejaman Jerman di Namibia, tetapi tekanan untuk reparasi telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Tentara Jerman membantai sekitar 65.000 Herero dan 10.000 suku lainnya dalam kampanye berdarah, untuk menekan pemberontakan lokal antara 1904 hingga 1908.
Tahun lalu, seorang menteri pemerintah Jerman menggambarkan pembantaian itu sebagai genosida saat berkunjung ke negara Afrika itu.
Komunitas kecil penutur bahasa Jerman masih tinggal di negara itu sampai sekarang, dan sekitar 120.000 orang Jerman mengunjungi Namibia setiap tahun.
Pemerintah Jerman mengatakan memiliki 'tanggung jawab khusus' terhadap Namibia 'karena' masa lalu kolonial.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33