Aswad Syam
Aswad Syam

Kamis, 26 November 2020 20:05

Ilustrasi
Ilustrasi

SK Kawasan Industri Takalar Masuk Proyek Strategis Nasional, Syamsari: 10 Ribu Tenaga Kerja Siap Terserap

Bupati Takalar, H Syamsari tak henti mengucapkan syukur. Kawasan Industri Takalar yang diperjuangkan bersama KBN, Pemprov Sulsel dan kementerian, akhirnya masuk Proyek Strategis Nasional.

TAKALAR, BUKAMATA - Bupati dan Pemerintah Kabupaten Takalar bersama PT. KBN dan Kemenperin, mampu meloloskan Kawasan industri Takalar menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 sejak Oktober lalu.

Perjuangan Bupati Takalar, H Syamsari sejak menjabat Bupati Takalar, kini menuai hasil. Pada November ini, Kawasan Industri Takalar ini sudah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), sebagaimana tercantum dalam Perpres RI No.109 2020.

Kawasan ini telah diminati oleh investor asing terutama para pengusaha yang tergabung dalam industri recycling logam non Ferrous.

"Insya Allah, jika kawasan ini sudah beroperasi maka kita optimis salah satu program strategis di RPJMD Takalar 2017-2022 yaitu penyerapan 10,000 tenaga kerja dapat terealisasi," terang Syamsari.

Selain itu, nanti  PAD Kabupaten Takalar kata dia, akan meningkat. Baik dari pajak dan retribusi, maupun dari kepemilikan saham berupa lahan yang digunakan oleh kawasan industri.

Lahan tersebut lanjut dia, tidak menjual lahan-lahan rakyat ke investor. Tetapi, lahan tersebut adalah milik Pemda Takalar yang bisa digabungkan dengan lahan masyarakat dan lahan masyarakat tersebut dinilai sebagai saham.

"Jadi Pemkab dan masyarakat tidak akan pernah jadi penonton dari kemajuan ekonomi, akan tetapi menjadi bagian penting dan  pelaku dalam kemajuan perekonomian daerah,” jelas Bupati Inovatif bidang lingkungan hidup ini.

Kawasan Industri Takalar ini kata Syamsari, diawali pada 2018. Dilakukan penjajakan, komunikasi intens dengan PT KBN. Lalu, pada 2019, Pemkab Takalar MoU dengan PT KBN. Saat itu, PT KBN juga memperkenalkan Kawasan Industri Takalar ke asosiasi perusahaan recycling Non Ferrous China. Investor China kata Syamsari, lalu memilih 3 negara, masing-masing, Thailand, Vietnam, dan Indonesia.

"Di Indonesia kita bersaing dengan 6 Pemkab dan akhirnya setelah mereka memeriksa berbagai kesiapan Pemkab-Pemkab tersebut dan berkunjung ke Takalar bulan puasa 2019, investor China memutuskan memilih Kawasan Industri Takalar," terang Syamsari.

Pada 2019 juga, Pemkab Takalar dan PT KBN, intens berkomunikasi dengan Gubernur Sulsel, Kementerian Perindustrian, BUMN dan Menko Perekonomian. Akhirnya, di awal tahun 2020, Kawasan Industri Takalar masuk menjadi salah satu agenda di RPJM 2020-2024.

"Dan hari ini kami dikirimi SK ini, yang menyatakan bahwa Kawasan Industri Takalar dimasukkan sebagai Proyek Strategis Nasional. Kami bersyukur bahwa upaya dari bawah ini, telah kami persembahkan untuk menjadi PSN. Ini wujud kontribusi kami untuk pemulihan ekonomi Nasional," ungkap Syamsari.

Syamsari menambahkan, dengan modal eks lahan transmigrasi yang sudah dicabut SK Pencadangannya oleh Gubernur Nurdin Abdullah, dan lahan yang nanti dibebaskan KBN, insya Allah 1000 hektare sebagai modal awal akan menjadi PSN.

Menurut Syamsari, ini berkat doa-doa masyarakat Takalar, juga dukungan Pak Gubernur, KBN dan kementerian.

"Pencapaian ini tidak terlepas atas dukungan Bapak Gubernur dan lebih khusus Pak Sattar selaku Dirut PT KBN, terus mendorong. Ini adalah warisan beliau sebelum pensiun dari PT KBN sekitar 2 pekan lalu," tambah Syamsari.

#Pemkab Takalar

Berita Populer