Ririn
Ririn

Rabu, 25 November 2020 17:27

Meghan Markle dan Pangeran Harry, bersama putra mereka, Archie.
Meghan Markle dan Pangeran Harry, bersama putra mereka, Archie.

Meghan Markle Ungkap Kesedihan Kehilangan Anak Kedua

Duchess of Sussex mengatakan dia tahu dia keguguran setelah merasa 'kram tajam' saat mengganti popok anaknya, Archie pada bulan Juli.

BUKAMATA - Setiap ibu pasti merasa hancur ketika harus kehilangan anaknya, termasuk yang masih dalam kandungan.

Kesedihan yang sangat mendalam ini juga telah dirasakan oleh Meghan Markle. Dalam sebuah artikel yang ditulis untuk New York Times, istri Pangeran Harry mengungkapkan bahwa mereka telah kehilangan anak kedua mereka.

Duchess of Sussex mengatakan dia tahu dia keguguran setelah merasa 'kram tajam' saat mengganti popok anaknya, Archie pada bulan Juli.

Dalam tulisannya, Markle menggambarkan bahwa ia jatuh sakit di rumahnya di Los Angeles, kemudian berada di rumah sakit sambil menangis menyaksikan suaminya yang bersedih mencoba untuk memegang potongan-potongan bayi mereka.

"Setelah mengganti popoknya, saya merasakan kram yang tajam. Saya menjatuhkan diri ke lantai sambil memeluknya," tulisnya dalam kerya berjudul The Losses We Share.

"Saya menyenandungkan lagu pengantar tidur untuk membuat kami berdua tetap tenang, nada ceria sangat kontras dengan perasaanku bahwa ada sesuatu yang tidak beres."

"Saya tahu, saat saya menggenggam anak pertama saya, bahwa saya kehilangan anak kedua saya."

"Beberapa jam kemudian, saya berbaring di ranjang rumah sakit, memegang tangan suami saya. Saya merasakan kelembapan ditelapak tangannya, basah dari kedua air mata kami."

"Menatap dinding putih dingin, mataku berkaca-kaca. Saya mencoba membayangkan bagaimana kami akan pulih."

Tidak diketahui berapa usia kehamilan Meghan saat kegugutan, tetapi kebanyakan wanita mengalami hal ini pada tiga bulan pertama.

Meghan adalah bangsawan pertama yang menggambarkan secara rinci 'kesedihan yang tak tertahankan' karena kehilangan bayi.

Dia mengatakan bahwa dia menulis artikel tentang kehilangannya, untuk mendorong orang lain membicarakannya.

Artikel Markle di New York Times juga menggambarkan satu tahun 'titik puncak' bagi dunia, termasuk 1 juta lebih kematian global akibat Covid-19 serta 'isolasi sosial' dari lockdowb dan protes Black Lives Matter yang dipicu oleh kematian George Floyd dan Breonna Taylor di AS.

"Polarisasi, ditambah dengan isolasi sosial yang diperlukan untuk melawan pandemi ini, telah membuat kami merasa lebih sendirian dari sebelumnya," tulisnya.

#Meghan Markle

Berita Populer