Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Dalam buku barunya berjudul Let Us Dream, yang akan terbit 1 Desember, Paus Fransiskus menulis bahwa "orang Uighur yang malang" termasuk contoh kelompok yang dianiaya karena iman mereka.
BUKAMATA - China mengkritik Paus Fransiskus karena menyinggung penderitaan minoritas Muslim Uighur dalam buku barunya.
Juru bicara kementerian luar negeri China, Zhao Lijian mengatakan bahwa pernyataan Francis tidak memiliki dasar faktual sama sekali.
“Orang-orang dari semua kelompok etnis menikmati hak penuh untuk bertahan hidup, berkembang, dan kebebasan berkeyakinan,” kata Zhao pada briefing harianpada hari Selasa (24/11).
Dalam buku barunya berjudul Let Us Dream, yang akan terbit 1 Desember, Paus Fransiskus menulis bahwa "orang Uighur yang malang" termasuk contoh kelompok yang dianiaya karena iman mereka.
Paus Fransiskus menulis tentang perlunya melihat dunia dari pinggiran dan pinggiran masyarakat, "ke tempat-tempat dosa dan kesengsaraan, pengucilan dan penderitaan, penyakit dan kesendirian."
"Di tempat-tempat penderitaan seperti itu, Saya sering memikirkan orang-orang yang teraniaya: Rohingya, Uighur yang malang, Yazidi - apa yang ISIS lakukan kepada mereka benar-benar kejam - atau orang Kristen di Mesir dan orang Pakistan dibunuh dengan bom yang meledak saat mereka berdoa di gereja," tulis Paus.
Diperkirakan ada lebih dari 1 juta orang Uighur dan anggota kelompok minoritas Muslim China lainnya ditahan di kamp-kamp yang tidak layak.
Kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa fasilitas seperti penjara itu dimaksudkan untuk memisahkan Muslim dari agama dan warisan budaya mereka. Sebaliknya, mereka dipaksa untuk menyatakan kesetiaan kepada Partai Komunis yang berkuasa di China dan pemimpinnya, Xi Jinping.
China awalnya menyangkal keberadaan fasilitas tersebut. Namun kini mereka telah mengakuinya, namun mengklaim bahwa itu adalah pusat pelatihan kerja dan dimaksudkan untuk mencegah terorisme dan ekstremisme agama.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33