JAKARTA, BUKAMATA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan terdapat penambahan angka pengangguran sebanyak 2,67 juta akibat pandemi COVID-19. Dengan penambahan tersebut maka total pengangguran saat ini menjadi 9,77 juta orang dari sebelumnya 7,1 juta orang atau dari 5,23 persen ke 7,07 persen.
“Tingkat pengangguran ini, kalau kita lihat tambahan pengangguran akibat adanya COVID-19 adalah 2,67 juta orang,” katanya melalu video conference, Jakarta, Senin (23/11/2020).
Kondisi itu terjadi seiring penurunan jumlah lapangan kerja yang sebanyak 0,31 juta orang. Hal ini membuat total masyarakat yang bekerja per Agustus 2020 sebanyak 128,45 juta orang.
Sementara, tambahan pencari kerja hingga Agustus 2020 sebanyak 2,36 juta orang. Dengan demikian, total angkatan kerja hingga Agustus 2020 mencapai 138,2 juta orang.
Secara keseluruhan, total pekerja yang terdampak covid-19 mencapai 29,12 juta orang. Rinciannya, 2,56 juta orang tambahan pengangguran, 0,76 juta orang bukan angkatan kerja, 1,77 juta orang sementara tidak bekerja, dan 24,03 juta orang berkurang jam kerjanya.
"Ini tentu akan memengaruhi tingkat kesejahteraan mereka. Ini tantangan yang harus tetap diselesaikan akibat covid-19," jelas Sri Mulyani.
Di samping itu, Sri Mulyani menyatakan total pekerja formal juga turun 4,59 persen. Sebaliknya, pekerja informal meningkat per Agustus 2020.
BERITA TERKAIT
-
Menkeu Purbaya Sentil Akademisi: “Kalau Mau Kritik, Belajar Undang-Undang Dulu!”
-
Kinerja APBN Masih On The Track, Pendapatan Negara Sudah Terkumpul Rp1.777 Triliun
-
Kuasa Hukum Amin Minta MK Panggil 4 Menteri, Kubu 02 Minta Megawati
-
Raker dengan Menteri Desa PDTT, Hamka B Kady Kritisi Kebijakan Automatic Adjusment
-
Indonesia Kirim Bantuan 10 Juta Dosis Vaksin Polio Produksi Dalam Negeri ke Afghanistan