BUKAMATA - Delapan orang tewas dalam serangan roket yang menghantam ibu kota Afghanistan pada Sabtu (21/11) pagi.
"Teroris menembakkan 23 roket ke kota Kabul. Berdasarkan informasi awal, delapan orang tewas, dan 31 lainnya luka-luka," kata juru bicara kementerian dalam negeri Afghanistan, Tariq Arian.
Menurut laporan, roket menghantam berbagai bagian tengah dan utara Kabul, termasuk di dekat Zona Hijau yang dijaga ketat, yang menampung kedutaan besar dan perusahaan internasional.
Foto dan video yang beredar online menunjukkan beberapa dinding dan jendela bangunan rusak, termasuk di sebuah kompleks medis besar.
Belum ada kelompok yang segera mengklaim serangan itu, namun Arian menyalahkan Taliban. Sementara itu kelompok tersebut membantah tuduhan itu.
Dalam beberapa pekan terakhir, dua serangan mengerikan di Kabul menewaskan hampir 50 orang.
Taliban menyangkal keterlibatan apa pun, sementara pemerintah Afghanistan menyalahkan mereka atau perwakilan mereka.
"Serangan roket di kota Kabul tidak ada hubungannya dengan mujahidin Imarah Islam," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid, menggunakan nama pemberontak untuk Afghanistan. "Kami tidak menembaki tempat umum secara membabi buta."
Taliban berada di bawah tekanan untuk tidak menyerang daerah perkotaan, setelah berjanji untuk tidak melakukannya di bawah ketentuan kesepakatan penarikan pasukan AS yang ditandatangani pada Februari.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Jusuf Kalla Tawarkan Pemuda Afghanistan Kuliah di Indonesia
-
Indonesia Kirim Bantuan 10 Juta Dosis Vaksin Polio Produksi Dalam Negeri ke Afghanistan
-
Bom Bunuh Diri Tewaskan 60 Warga Afghanistan dan 12 Tentara AS, ISIS Mengaku Bertanggung Jawab
-
Asyik Berjemur Saat Evakuasi Cepat Dibutuhkan di Afghanistan, Menlu Inggris Didesak Mundur
-
Pesawat TNI AU Evakuasi 26 WNI dari Afghanistan, 7 Non-WNI Juga Ikut