Redaksi : Sabtu, 14 November 2020 09:47
Mobil ini dihancurkan massa.

MAKASSAR, BUKAMATA - Jumat, 13 November 2020. Dini hari itu, sekitar pukul 04.00 Wita. Minibus merah DD 1103 HK, lewat di Jl Veteran. Suara mesinnya meraung-raung. Mobil itu dikemudikan AS (22).

Sejumlah pria yang nongkrong di pinggir jalan tersinggung. Mereka pun berboncengan sepeda motor, mengejar mobil tersebut.

Menyadari dirinya dikejar pemotor, AS menggenjot mobilnya. Namun, para pemotor itu terus mengejar.

Akhirnya, AS mencari kantor polisi terdekat. Di Jl Alauddin, di dekat Polsek Rappocini dia baru saja hendak membelokkan mobilnya masuk ke Mapolsek. Tiba-tiba, para pemotor itu memblokir di depan mobil.

AS hendak lari ke Polsek Rappocini, namun terlanjur terkejar.

"Brak...brukk...gedebak..gedebuk," bunyi pukulan dan benturan benda keras ke tubuh dan bodi mobil AS.

Korban berhasil lolos dan lari ke Polsek Rappocini, meminta perlindungan. Saat berlari ke Polsek Rappocini, beberapa anak panah melayang ke arahnya.

Polisi lalu menghalau massa. Namun aparat mendapatkan perlawanan. Batu dan anak panah beterbangan ke arah anggota.

Polisi pun memberikan tembakan peringatan. Barulah massa bubar.

"Korban mengalami luka di kepala sebelah kiri dan luka di punggung belakang akibat terkena busur (anak panah), ujar Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Supriady Idrus.

Saat ini, polisi masih menyelidiki para pelaku penyerangan. Insiden itu sempat direkam dan videonya berdurasi 18 detik, beredar di beberapa platform media sosial.