Ririn
Ririn

Sabtu, 14 November 2020 06:45

Penduduk lokal berdiri di samping rumah yang terbakar setelah bentrokan ntara pasukan Pakistan dan India di desa Tehjain, Kashmir, yang dikelola Pakistan, 13 November 2020
Penduduk lokal berdiri di samping rumah yang terbakar setelah bentrokan ntara pasukan Pakistan dan India di desa Tehjain, Kashmir, yang dikelola Pakistan, 13 November 2020

13 Tewas Dalam Bentrokan Militer India dan Pakistan di Kashmir

Bentrokan di Kashmir menyebabkan sedikitnya 13 orang tewas dan melukai banyak korban lainnya.

BUKAMATA - Pakistan dan India kembali terlibat bentrokan militer sengit di Kashmir yang disengketakan. Hal itu menyebabkan sedikitnya 13 orang tewas dan melukai banyak orang.

Kedua negara Asia Selatan itu secara rutin melakukan baku tembak melintasi batas gencatan senjata, yang dikenal sebagai Garis Kontrol (LoC), yang memisahkan wilayah Himalaya yang dikelola oleh India dan Pakistan.

Pejabat dan penduduk desa Kashmir melaporkan bahwa pertempuran pada hari Jumat termasuk yang terburuk dan paling luas yang mereka saksikan dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut pernyataan militer Pakistan, India memulai pertempuran lebih dulu dengan melakukan apa yang mereka kecam sebagai artileri "tanpa alasan dan tanpa pandang bulu".

Mereka menuduh pasukan India melepaskan tembakan mortir besar terhadap tentara dan penduduk sipil di berbagai sektor di sepanjang LoC.

Pernyataan itu juga mengkonfirmasi kematian satu tentara dan empat warga sipil, dan bahwa 12 warga sipil dan lima tentara terluka.

Sementara itu, pejabat militer di India menuduh bahwa Pakistan memulai pertempuran, menewaskan empat tentara India dan empat warga sipil sementara beberapa orang terluka.

Pernyataan militer India mengklaim bahwa pihak Pakistan mencoba menyusup ke LoC sebelum bentrokan terjadi.

"Gerakan mencurigakan diamati oleh pasukan siaga militer India di pos-pos depan di sepanjang LoC. ... Ini disertai dengan pelanggaran gencatan senjata tak beralasan oleh Pakistan di berbagai sektor," demikian bunyi pernyataan tersebut, dikutip Voanews.

Pada Jumat malam, Islamabad mengutuk dan memprotes tindakan New Delhi.

"Pelanggaran hukum internasional yang mengerikan ini mencerminkan upaya India yang konsisten untuk meningkatkan situasi di sepanjang LoC dan merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan regional," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan.

Selanjutnya mereka mengungkapkan bahwa India telah melakukan lebih dari 2.700 pelanggaran gencatan senjata sejak awal tahun, menewaskan 25 orang dan menyebabkan "luka serius" pada lebih dari 200 warga sipil.

Pernyataan Pakistan tidak memberikan rincian korban militer selama periode itu.

Baik India dan Pakistan mengklaim Kashmir secara keseluruhan. Sengketa tersebut telah memicu beberapa perang dan konflik tingkat rendah antara kedua negara sejak kedua negara memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1947.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Kashmir

Berita Populer