BUKAMATA - Raja Arab Saudi menegaskan bahwa Kerajaan mendukung upaya untuk membawa perdamaian melalui negosiasi antara Palestina dan Israel untuk mencapai kesepakatan yang adil dan permanen.
Berbicara kepada Dewan Syura Saudi, Raja Saudi mengatakan bahwa Arab Saudi mendukung hak rakyat Palestina untuk memiliki negara merdeka, dan menjadikan Yerusalem timur sebagai ibukotanya.
Dalam pertemuan itu, Raja Salman juga membahas Iran, di mana dia menegaskan pengaruh buruk rezim tersebut di teluk.
Raja Salman juga menambahkan bahwa Iran ikut campur di negara-negara kawasan, mendukung terorisme dan ekstremisme serta memicu sektarianisme.
"Kerajaan itu menekankan bahaya proyek regional Iran, campur tangannya di negara lain, mendorong terorisme, mengipasi api sektarianisme ... dalam upayanya untuk memiliki senjata pemusnah massal," katanya seperti dikutip Arab News.
Raja meminta komunitas internasional untuk mengambil sikap tegas terhadap rezim Iran, dan menyerukan solusi untuk memastikan bahwa Iran tidak mengembangkan program rudal nuklir dan balistik.
Raja Salman juga mengatakan milisi Houthi yang didukung Iran di Yaman terus melanggar hukum internasional melalui tindakannya di negara itu.
Komentar Raja itu muncul di tengah spekulasi lanjutan bahwa Arab Saudi akan menormalkan hubungan dengan Israel.
Presiden AS Donald Trump telah memprediksi dalam beberapa kesempatan bahwa Arab Saudi akan menjalin hubungan dengan Israel, mengikuti jejak Uni Emirat Arab, Bahrain dan Sudan.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo baru-baru ini bertemu dengan Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud dan mendorong Arab Saudi untuk mengakui Israel.
Meskipun Arab Saudi belum mencapai kesepakatan normalisasi dengan Israel, laporan terbaru menunjukkan bahwa Kerajaan bekerja di belakang layar dan mendesak UEA dan Bahrain untuk mencapai kesepakatan dengan negara Yahudi tersebut.
Pejabat Saudi kabarnya telah menekankan bahwa hubungan dengan Israel bergantung pada pembentukan negara Palestina.
Adapun Iran, Arab Saudi telah menjadi pendukung berat atas "tekanan maksimum" oleh Trump terhadap negara tersebut.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Pelapor Khusus PBB: Israel Menargetkan Perempuan Palestina di Gaza karena Kapasitas Reproduksi
-
Israel Kembali Bombardir Gaza, 27 Warga Tewas
-
DPP BKPRMI Serukan Qunut Nazilah Nasional untuk Palestina, Tanggapi Krisis Kemanusiaan yang Memburuk
-
Serang Al Aqsa, Ribuan Warga Israel Sebar Slogan Kebencian ke Orang Arab
-
Israel Bombardir Sekolah yang Tampung Warga Gaza, 20 Orang Tewas