Redaksi : Selasa, 10 November 2020 08:50
Ilustrasi

SURABAYA, BUKAMATA - Senin sore, 9 November 2020. Seharusnya, masa habis menginap FYR (27) pukul 13.00 WIB. Namun, wanita asal Desa Madulegi, Kelurahan, Madulegi, Kecamatan Sukodadi, Lamongan itu tak juga beranjak ke resepsionis. Dia sudah lima hari menginap di hotel itu.

Resepsionis hotel lantas menghubungi manager hotel, untuk mengonfirmasi ke kamar korban. Tak lama resepsionis dan manager mendatangi kamar korban dan mengetuk pintu. Akan tetapi, tidak ada jawaban.

Karena curiga, pihak hotel lantas membuka pintu kamar dengan menggunakan kunci cadangan. Setelah pintu terbuka, korban ditemukan sudah terbujur kaku.

Kanit Reskrim Polsek Sawahan Iptu Ristitanto bilang, sejak menginap 5 November lalu, korban sendirian. Tidak ada orang lain. Itu terlihat dari CCTV hotel.

Dari CCTV juga terungkap, setiap pukul 09.00, korban selalu pergi dan kembali ke hotel hingga tengah malam.

Tak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. AKP Risti mengatakan, dokter yang memeriksa korban mengatakan, korban meninggal karena pembuluh darahnya pecah.

Polisi yang memeriksa ponsel korban menemukan, sebuah aplikasi jejaring sosial Michat. Korban kerap menawarkan jasa layanan seks di aplikasi itu.

"Dugaan kami mungkin pramuria," ujar AKP Risti singkat.