BULUKUMBA, BUKAMATA - Muddin punya hajat yang terkabul. Senin siang, 2 November 2020, dia pun membawa sesajen ke sungai di Desa Tanah Harapan, Kecamatan Ujung Loe. Sekira pukul 13.00 Wita kala itu.
Muddin tak sendiri ke sungai itu. Keponakannya, Akbar (12), menyertainya. Setelah tiba di sungai, Muddin asyik menata sesajiannya di salah satu titik di sungai itu. Sedangkan sang keponakan, pergi berenang di tempat yang agak jauh dari pamannya, bergabung dengan teman-temannya yang lain.
Saat Muddin selesai meletakkan sesajennya, dia pun hendak pulang. Dia lalu mencari Akbar, ketika seorang bocah yang basah kuyup tergopoh-gopoh datang ke padanya.
Sang bocah mengabarkan, Akbar tenggelam. "Saya coba tarik tangannya tapi tak bisa. Jadi saya lepaskan," ukar bocah itu panik.
Muddin tak kalah panik. Dia bergegas ke lokasi. Juga meminta tolong warga sekitar. Lokasi itu pun dipenuhi warga. Seorang penyelam tradisional di kampung itu lalu menyelam.
"Satu jam kemudian mayat korban ditemukan," ujar Kepala Desa Tanah Harapan, Arifin Para.
Arifin mengatakan, sungai itu memang setiap tahun memakan korban. Karenanya dia mengimbau warga agar tidak ke sungai itu saat ada haulnya yang terkabul.
"Biasa kan orang-orang dulu kalau seumpama anaknya sakit, kalau dikasi rezeki sama Tuhan (anaknya sembuh) saya mau ke situ (sungai) mandi-mandi, biasa begitu motifnya dia kasi turun begitu (sesajen). Biasa juga (karena habis) menikah atau akikah. Tapi entahlah apa itu motifnya, saya tidak sempat tanya-tanya," ungkap Arifin.
BERITA TERKAIT
-
Bom Ikan Rakitan Diduga Picu Ledakan Maut di Bulukumba
-
Bocah 10 Tahun Ditemukan Tewas Usai Bermain di Sungai Bendungan PLTU Bakaru
-
Dua Bocah Kakak Beradik di Makassar Tenggelam di Kubangan Air Saat Hujan Deras
-
Nelayan Dilaporkan Hilang saat Cari Ikan di Pantai Bira Ditemukan di Perairan Jeneponto
-
Belum Kembali Melaut, Basarnas Cari Nelayan di Perairan Bira Bulukumba