BUKAMATA - Meski marketplace digital makin jenuh, ruang untuk melayani pasar lokal yang begitu besar masih menyisa peluang. Hal ini diyakini Iffan Halid, pendiri dan CEO lokalpunya.com dalam acara peluncuran awal, (Sabtu, 31/10/2020) lalu.
Saat ditanya apa pembedanya dengan lokapasar yang telah ada, Iffan memaparkan bahwa e-commerce besutannya membekali mitralokal (para penjual yang memasarkan produknya di lokalpunya.com) dengan data-data kunci.
“Misalnya data yang terkait penjualan, tren minat per kategori produk, lokasi transaksi dan tren nilai transaksi,” jelas Iffan dalam acara perdana 'Bicara Lokal' yang menghadirkan pula ekonom Bank Indonesia Agung Purwoko.
Iffan mengutip fakta bahwa para pemilik dan penjual produk di lokapasar Indonesia kurang teredukasi untuk memanfaatkan data yang relevan untuk aktivitas bisnisnya.
“Padahal, data itu jika dipahami dan digunakan dengan tepat akan membantu desain produk dan aktivitas promosi sehingga lebih efektif,” lanjut Iffan yang mengelola Lokalpunya.com bersama 7 orang rekannya.
Senada, ekonom Bank Indonesia Agung Purwoko menyampaikan bahwa e-commerce tumbuh pesat namun yang kritikal adalah membangun kepercayaan dengan konsumen. Hal itu, tambahnya, bisa disiasati dengan transaksi yang mudah dan aman, ditambah membangun ‘engagement’ dengan pelanggan berbekal data kebutuhan pasar yang mumpuni.
Lokalpunya.com mengadakan acara rutin “Bicara Lokal”, sebuah seri diskusi yang bertujuan mengembangkan kapasitas, menambah pengetahuan dan ketrampilan pelaku usaha lokal. Acara rutin ini menghadirkan para praktisi, penentu kebijakan, tokoh bisnis dan sosok inspiratif dalam kelas daring.
BERITA TERKAIT
-
Usaha Lokal Harus Manfaatkan Banyak Platform untuk Jualan Daring
-
Faqih Faturrachman Bahas Strategi Membangun Pelanggan Loyal ke UMKM
-
Bicaralokal ke-4 Dorong Produk Lokal Jadi "Jago Kandang" yang Penting Bertahan
-
Dihajar Pandemi, Apa Kabar Kebangkitan Kopi?
-
Bicaralokal Edisi #2: Big Data untuk Pelaku Usaha Lokal