Redaksi : Rabu, 28 Oktober 2020 15:57
Dua bocah nonton demo.

PAREPARE, BUKAMATA - Rabu, 28 Oktober 2020. Di pertigaan jalan jenderal Ahmad Yani-Jenderal Sudriman, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, asap hitam mengepul di udara. Asalnya dari ban bekas yang dibakar mahasiswa, yang menamakan diri Aliansi Bersama Rakyat Indonesia (ABRI).

Aksi dalam rangka Sumpah Pemuda itu, dikawal puluhan aparat keamanan. Di pinggir jalan, dua bocah tampak duduk berdampingan. Mereka asyik menyaksikan jalannya demonstrasi.

Mereka adalah Alif (10) dan Hafiz(8). Keduanya pelajar kelas 3 dan kelas 1 SD di jalan Athletik, Kota Parepare.

Alif mengaku sejak kemarin sudah mengetahui jika akan ada aksi unjuk rasa di sekitar tempat tinggalnya.

"Sudah tahu dari kemarin, sudah izin juga sama bunda mau nonton demo," katanya.

Hal senada juga disampaikan Hafiz. Dia merupakan tetangga Alif.

"Janjian memang sama-sama mau nonton demo hari ini, rumahku dekat sini," ungkapnya polos.

Dalam aksinya, mahasiswa menyuarakan 4 tuntutan utama.

"Kami menolak Omnibus Cipta Kerja, menolak ekploitasi pulau Komodo, kriminalitas aktivis dan premanisme di Papua," beber Djarot, jenderal lapangan aksi saat orasi.

Penulis: Hana