MAMUJU, BUKAMATA - Motifnya siri'. Syamsul (32) tak terima adik perempuannya bernama Kartina diganggu dan dipermalukan oleh mendiang wartawan Mamuju, Demas Laira (28).
Bersama lima rekannya, Syamsul menghabisi nyawa Demas dengan senjata tajam. Ada sedikitnya 17 tikaman di tubuh Demas saat ditemukan polisi, tergeletak berlumur darah di pinggir jalan.
Saat itu, Demas dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Tobadak, Mamuju Tengah. Dia sempat singgah di Pasangkayu. Bertemu dengan rekan-rekannya sesama bikers.
Namun di sebuah jalan yang sepi, Demas diadang 6 pria. Dia pun dihabisi. Salah satu pelaku sempat meninggalkan jejak. Sebuah sepatu kiri.
Syamsul dan lima pelaku lainnya sudah dibekuk. Syamsul ditangkap di Mandar, Pohuwato, Gorontalo. Lalu Nawir (30), ditangkap di Karossa, Mamuju Tengah, Sulbar. Kemudian Doni (20), ditangkap di Karossa, Mamuju Tengah, Sulbar. Haerudin (18), ditangkap di Karossa, Mamuju Tengah, Sulbar. Kemudian Ilham (19), ditangkap di Karossa, Mamuju Tengah, Sulbar. Yang satunya lagi, Ali Baba (25), ditangkap di Pasangkayu, Sulbar.
Mereka kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo, ditangkap tim gabungan Subdit III Dittipidum Bareskrim, Ditkrimum Polda Sulbar dan Satresmob Ditkrimum Polda Sulsel, Selasa (20/10/2020) kemarin.
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol R Argo Yuwono mengatakan, motifnya pelaku sakit hati. "Pelaku melakukan pembunuhan karena sakit hati kepada korban yang mengganggu dan mempermalukan Kartina (adik perempuan salah satu pelaku Syamsul)," ucap Argo di Jakarta, Rabu (21/10/2020).
Para pelaku dijerat pasal berlapis. Pasal 170, Pasal 338 KUHP, dan Pasal 351 KUHP. Ancaman hukumannya, 15 tahun penjara.
Sebelumnya, Kapolda Sulbar Irjen Pol Eko Budi Sampurno, Senin, 24 Agustus 2020 lalu sudah menegaskan, pembunuhan Demas, bukan karena profesinya sebagai wartawan. Menurut Eko, motif pembunuhan jurnalis asal Tobadak, Mamuju Tengah itu, lebih dekat ke masalah asmara.
"Justru fakta (masalah asmara) itu yang ditemukan anggota saat melakukan operasi di lapangan," bebernya.
Kakak korban Demas Laira, Tabita, sebelumnya juga sempat mengungkap masalah asmara adiknya. Menurut Tabita, seorang teman adiknya cemburu kepada almarhum Demas. Dia menuduh istrinya ada hubungan gelap dengan Demas. Sehingga, teman almarhum itu saat ini pisah ranjang dengan istrinya.
Demas Laira ditemukan tewas di pinggir jalan poros tepat di Dusun Salu Bijau, Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) Kamis, 20 Agustus 2020 dini hari.
Ada 17 luka tusukan di tubuh Demas. Di sekitar lokasi ditemukan sepeda motor korban, dompet serta id card. Juga sepatu sebelah kanan yang belum diketahui pemiliknya. Ponsel dan kamera korban, tidak ditemukan di lokasi.
BERITA TERKAIT
-
Wartawan Online Ditemukan Tewas di Hotel Jakarta Barat: Polisi Selidiki Tanda Lebam Misterius
-
Siswa SD di Mamuju Tengah Masuk Sekolah Pakai Sendal Jepit Banjir Bantuan
-
Dua Jurnalis Foto Palestina Tewas Saat Liput Pertempuran di Gaza, RSF Layangkan Kecaman
-
Jurnalis Sepak Bola Meninggal Saat Liputan di Qatar, Keluarga Sebut Pembunuhan
-
Ahli Pers Anggap Kasus Pidana Jurnalis Asrul "Prematur", Tak Bisa Dipidanakan