Redaksi
Redaksi

Selasa, 20 Oktober 2020 11:40

Jenazah MI saat diantar ke pemakaman, Sabtu, (17/10/2020).
Jenazah MI saat diantar ke pemakaman, Sabtu, (17/10/2020).

Polisi Akan Periksa Guru dan Kepala Sekolah Siswi di Gowa yang Bunuh Diri

Polisi akan memeriksa guru dan kepala sekolah SMA di Tompobulu yang siswinya bunuh diri.

GOWA, BUKAMATA -- Dugaan sementara polisi atas bunuh dirinya siswi SMA di Gowa berinisial MI (17), masih karena tugas sekolah dan jaringan internet yang lemot. Itu diungkap Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir.

Menurut AKP Jufri, pihaknya saat ini menuju ke sekolahnya di Tompobulu, untuk bertemu dengan guru dan kepala sekolah korban.

"Perkembangannya masih sama yang kemarin itu (bunuh diri diduga karena tugas), kita mau konfirmasi dulu. Iya (selidiki) makanya kita menuju sekolahnya menuju Tompobulu di sekolahnya di sana," ujar AKP Jufri, Selasa (20/10/2020).

Jufri bilang, pihaknya datang ke sekolah M untuk melihat sistem belajar yang sebelumnya sudah didapatkan polisi dari keterangan rekan M. Polisi juga akan memastikan dugaan M mengalami stres, karena tugas sekolah menumpuk.

"Meminta keterangan guru, kepala sekolah dan sistem yang ada terkait dengan keterangan yang diberikan temannya. Apakah dia stres atau gimana, kita mau konfirmasi dulu," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulawesi Selatan, Muhammad Jufri, meminta semua pihak tidak berspekulasi mengenai penyebab bunuh dirinya MI. Dia minta seluruh pihak mengacu pada hasil investigasi polisi.

"Kita serahkan ke pihak polisi yang punya kewenangan melakukan penyelidikan. Saya berharap tidak ada statement yang disampaikan sebelum ada hasil pemeriksaan lengkap, jangan gegabah membuat kesimpulan yang dapat merisaukan," ungkap Jufri, Selasa (20/10/2020).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Sulsel, Fitri Utami, sebelumnya membantah kalau penyebab bunuh dirinya MI karena tugas sekolah online yang menumpuk. Fitri bilang, dia sudah ke rumah korban.

Berdasarkan keterangan orang tua korban, sebelumnya korban sempat meminta dibelikan sepeda motor. Namun, orang tua tak mengabulkan karena alasan ekonomi. Kemudian, chat terakhir korban dengan temannya kata Fitri, terkait masalah cowok.

Sebelumnya, seorang siswi SMA berinisial MI (17) tahun, bunuh diri dengan meminum racun tikus pada Sabtu, 17 Oktober 2020. Korban pertama kali ditemukan oleh adiknya yang berusia 8 tahun.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda, pembaca, merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

#Siswi bunuh diri #Gowa