Aswad Syam
Aswad Syam

Selasa, 20 Oktober 2020 13:32

Ilustrasi
Ilustrasi

Letusan Senjata Senin Petang, Begini Detik-detik Anggota Polres Selayar Tembak Dada Kiri di Musala

Letusan senjata api pada Senin petang, mengagetkan personel Polres Selayar. Sumber suara dari musala Mapolres Selayar. Bripda MI ditemukan tergeletak bersimbah darah di atas sajadah. Ada senpi V2 tergeletak di sampingnya.

SELAYAR, BUKAMATA - Senin, 19 Oktober 2020. Jarum jam menunjukkan pukul 17.30 Wita. "Dorrr!!!". Suara letusan senjata api itu mengagetkan anggota Polres Selayar yang bertugas petang itu.

Seorang anggota mencari sumber suara. Arahnya dari Musala Polres Selayar. Tempat itu, memang menjadi tempat penyimpanan senjata penjagaan.

Anggota bergegas ke tempat itu. Alangkah kagetnya saat melihat rekannya, Bripda MI sudah terkapar di atas sajadah. Darah mengali dari dada kirinya. Di sebelahnya tergeletak senjata V2. Senjata laras panjang yang biasa dipakai sabhara.

Diduga, senjata itulah yang dipakai korban untuk menghabisi nyawanya. Rekan-rekan korban lantas melarikan korban ke RS KH Hayyung, Selayar. Sayang, pihak rumah sakit menyatakan korban sudah meninggal.

Kapolres Selayar, AKBP Temmangnganro Machmud mengatakan, dugaan sementara, korban meninggal karena bunuh diri.

"Dugaan sementara korban MI kecelakaan senjata atau ada upaya untuk melukai diri sendiri akibat rasa sakit di kepala yang sudah tidak tertahankan," ujar AKBP Temmangnganro, Selasa (20/10/2020).

Korban kata Kapolres, pernah kecelakaan lalu lintas. Terluka parah pada bagian kepala. Sempat dirawat di RS Bhayangkara Makassar. Saat keluar, harus selalu mengonsumsi obat pereda nyeri, akibat rasa sakit pada kepalanya yang kerap muncul. Diduga akibat depresi itulah, korban mengambil jalan pintas, mengakhiri hidupnya.

Almarhum Bripda MI meninggalkan seorang istri, yang juga anggota Polwan yang bertugas di Satuan Sabhara Polrestabes Makassar. Almarhum dikebumikan hari ini di kampung halamannya, Limbung, Gowa.

#polisi bunuh diri #Polres Selayar