Redaksi
Redaksi

Selasa, 20 Oktober 2020 12:31

Nelayan yang menjadi peserta pelatihan yang digelar Andi Akmal Pasluddin via daring.
Nelayan yang menjadi peserta pelatihan yang digelar Andi Akmal Pasluddin via daring.

Andi Akmal: Perikanan Tangkap Makin Berkembang Bila Campur Tangan Pemerintah Efektif

Andi Akmal Pasluddin kembali membuktikan keberpihakannya kepada rakyat. Kali ini, dia bertemu dengan nelayan di Kabupaten Bone. Memberikan pelatihan tentang pengolahan ikan dengan nilai tambah. Agar nelayan masih berdaya di tengah pandemi Covid-19.

BONE, BUKAMATA -- Anggota DPR RI asal Sulawesi Selatan II, Andi Akmal Pasluddin, bertemu dengan para nelayan di Kabupaten Bone. Di depan nelayan Akmal mengatakan, sinergi masyarakat nelayan dengan pemerintah baik pusat maupun daerah, perlu semakin ditingkatkan. Kondisi masyarakat nelayan kata dia, selalu menemui kendala permodalan. Sedangkan para investor lanjut dia, masih enggan untuk membiayai nelayan kecil karena dianggap memiliki risiko tinggi.

Akmal sebagai legislator asal Sulawesi Selatan II, menghadirkan berbagai program, peluang dan bantuan langsung kepada masyarkat nelayan. Baik yang ia lakukan secara mandiri, maupun ia kerjasamakan dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Nelayan yang tergabung dalam sebuah kelompok usaha, akan berkesempatan besar dalam menerima bantuan pemerintah," ungkapnya.

Kondisi ini lanjut Akmal, selain melatih para nelayan dalam berorganisasi, bekerjasama, juga akan menjadikan kelompok nelayan ini akan memiliki skala besar, yang sedapat mungkin akan setara dengan perusahaan dalam skala menengah.

Selain berdialog dengan kelompok nelayan, politisi PKS ini juga sekaligus memberikan pelatihan penanganan ikan. Kegiatan ini ia lakukan di berbagai lokasi, kecamatan-kecamatan sentra perikanan secara serempak.

Dengan fasilitas kegiatan secara daring yang sedang tren saat ini, memungkinkan peserta mengikuti kegiatan pada tempat berbeda-beda dengan lokasi berjauhan.

Bahkan, tambahnya, pelatihan penangan ikan bisa juga dilakukan di atas kapal. Sebagai contoh adalah pelatihan penanganan ikan di atas kapal diselenggarakan dua hari hingga, Jumat-Sabtu, 16-17 Oktober 2020. Kegiatan ini diikuti 75 nelayan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Bahkan, lanjutnya lagi, mengusung konsep semi blended, nelayan diberikan materi secara online dan mempraktikkan di lapangan dengan pendampingan penyuluh. Sementara pelatihan tuna roll digelar secara daring pada Jumat (16/10/2020) dan diikuti oleh 2. 617 peserta dari 34 provisi di Indonesia.

"Saya berharap, ada peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan dengan adanya kegiatan seperti ini. Di tengah wabah Covid-19, produk olahan dari ikan bisa dikonsumsi atau bahkan dijual untuk membantu perekonomian keluarga," tutup Akmal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Andi Akmal Pasluddin

Berita Populer