BUKAMATA - Tenaga Ahli Utama KSP, Ali Mochtar Ngabalin menyebut seharusnya Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak terbawa perasaan dalam menyikapi tudingan menjadi dalang demo terkait Omnibus Law.
Menurut Ngabalin, munculnya tudingan seperti itu wajar. Sebab, Partai Demokrat selama ini berada di luar pemerintah dan menolak pengesahaan Omnibus Law UU Cipta Kerja.
"Ya sebagai seorang tokoh, mantan pimpinan partai, mantan presiden 2 periode, profesor, doktor, jenderal pastilah. Apalagi dalam posisi parpol yang berseberangan dengan pemerintah, tidak mendukung. Wajar saja kalau masyarakat dan netizen memberikan penilaian," kata Ngabalin, Rabu (14/10/2020).
Ngabalin menyebut, yang terpenting SBY tidak terpengaruh dengan berbagai tudingan menjadi dalang demo. Pun, Ngabalin menilai, munculnya tudingan-tudingan dari netizen atau masyarakat sebenarnya wajar saja.
"Ya normal saja dalam sistem demokrasi, biasa saja. Tidak usah (baper). Jangan terbawa perasaan," jelasnya.
Meski begitu, Ngabalin tetap berharap SBY terus memberikan pesan-pesan membangun bagi masyarakat. Apalagi, SBY pernah menjadi presiden RI selama dua periode.
"Dan harus tetap memberikan semangat pencerahan kepada Indonesia. Nasihat beliau kan luar biasa," ujarnya melansir Kumparan.
Sebelumnya, SBY menjawab tudingan yang dialamatkan kepadanya yaitu menjadi dalang aksi demo UU Cipta Kerja. Eks Ketum Demokrat ini membantah tudingan membiayai atau menunggangi aksi demo Omnibus Law tersebut.
TAG
BERITA TERKAIT
-
SBY Turun Gunung Ikut AHY Kampanye di Banyuwangi, Ini yang Dijanjikan
-
Segan Masukkan SBY ke Tim Pemenangan, Prabowo: Senior ah, Ngarang aja!
-
Moment Kedekatan SBY dan Prabowo Saat Bertemu di Hambalang
-
SBY-Prabowo Duduk Bareng, Bahas Koalisi?
-
Ungkap Kekecewaan Pasca Gagalnya AHY sebagai Cawapres Anies, SBY : Kasar!