Jelang Musda, Golkar Sulsel Dihiasi Enam Kandidat Ketua
02 Februari 2026 13:53
Ngabalin berharap SBY tidak terpengaruh dengan berbagai tudingan menjadi dalang demo.
BUKAMATA - Tenaga Ahli Utama KSP, Ali Mochtar Ngabalin menyebut seharusnya Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak terbawa perasaan dalam menyikapi tudingan menjadi dalang demo terkait Omnibus Law.
Menurut Ngabalin, munculnya tudingan seperti itu wajar. Sebab, Partai Demokrat selama ini berada di luar pemerintah dan menolak pengesahaan Omnibus Law UU Cipta Kerja.
"Ya sebagai seorang tokoh, mantan pimpinan partai, mantan presiden 2 periode, profesor, doktor, jenderal pastilah. Apalagi dalam posisi parpol yang berseberangan dengan pemerintah, tidak mendukung. Wajar saja kalau masyarakat dan netizen memberikan penilaian," kata Ngabalin, Rabu (14/10/2020).
Ngabalin menyebut, yang terpenting SBY tidak terpengaruh dengan berbagai tudingan menjadi dalang demo. Pun, Ngabalin menilai, munculnya tudingan-tudingan dari netizen atau masyarakat sebenarnya wajar saja.
"Ya normal saja dalam sistem demokrasi, biasa saja. Tidak usah (baper). Jangan terbawa perasaan," jelasnya.
Meski begitu, Ngabalin tetap berharap SBY terus memberikan pesan-pesan membangun bagi masyarakat. Apalagi, SBY pernah menjadi presiden RI selama dua periode.
"Dan harus tetap memberikan semangat pencerahan kepada Indonesia. Nasihat beliau kan luar biasa," ujarnya melansir Kumparan.
Sebelumnya, SBY menjawab tudingan yang dialamatkan kepadanya yaitu menjadi dalang aksi demo UU Cipta Kerja. Eks Ketum Demokrat ini membantah tudingan membiayai atau menunggangi aksi demo Omnibus Law tersebut.
02 Februari 2026 13:53
02 Februari 2026 13:45
02 Februari 2026 13:44
02 Februari 2026 13:39
02 Februari 2026 12:49
02 Februari 2026 09:43
02 Februari 2026 09:34
02 Februari 2026 09:19
02 Februari 2026 09:56
02 Februari 2026 11:43