Ulfa
Ulfa

Rabu, 14 Oktober 2020 16:44

Susilo Bambang Yudhoyono. IST
Susilo Bambang Yudhoyono. IST

Soal Tudingan Dalangi Demo UU Omnibus Law, Ngabalin ke SBY: Tak Usah Baper

Ngabalin berharap SBY tidak terpengaruh dengan berbagai tudingan menjadi dalang demo.

BUKAMATA - Tenaga Ahli Utama KSP, Ali Mochtar Ngabalin menyebut seharusnya Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak terbawa perasaan dalam menyikapi tudingan menjadi dalang demo terkait Omnibus Law.

Menurut Ngabalin, munculnya tudingan seperti itu wajar. Sebab, Partai Demokrat selama ini berada di luar pemerintah dan menolak pengesahaan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

"Ya sebagai seorang tokoh, mantan pimpinan partai, mantan presiden 2 periode, profesor, doktor, jenderal pastilah. Apalagi dalam posisi parpol yang berseberangan dengan pemerintah, tidak mendukung. Wajar saja kalau masyarakat dan netizen memberikan penilaian," kata Ngabalin, Rabu (14/10/2020).

Ngabalin menyebut, yang terpenting SBY tidak terpengaruh dengan berbagai tudingan menjadi dalang demo. Pun, Ngabalin menilai, munculnya tudingan-tudingan dari netizen atau masyarakat sebenarnya wajar saja.

"Ya normal saja dalam sistem demokrasi, biasa saja. Tidak usah (baper). Jangan terbawa perasaan," jelasnya.

Meski begitu, Ngabalin tetap berharap SBY terus memberikan pesan-pesan membangun bagi masyarakat. Apalagi, SBY pernah menjadi presiden RI selama dua periode.

"Dan harus tetap memberikan semangat pencerahan kepada Indonesia. Nasihat beliau kan luar biasa," ujarnya melansir Kumparan.

Sebelumnya, SBY menjawab tudingan yang dialamatkan kepadanya yaitu menjadi dalang aksi demo UU Cipta Kerja. Eks Ketum Demokrat ini membantah tudingan membiayai atau menunggangi aksi demo Omnibus Law tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#SBY #Omnibus Law