Redaksi : Selasa, 13 Oktober 2020 07:44
Senjata laras panjang berikut amunisi yang disita TNI dari lokasi kontak senjata dengan KKSB Papua.

PAPUA, BUKAMATA - Senin sore, 12 Oktober 2020. Jarum jam menunjukkan pukul 17.45 WIT. Suara dentuman peluru terdengar di dekat Bandara Bilorai, Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Satuan TNI dari Yonif 400 Raider yang sedang melaksanakan pengamanan di Bandara Bilorai, terlibat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Papua. Satu jam lamanya.

Diduga kelompok penyerang adalah kelompok yang sama, yang mengganggu Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), yang hendak melakukan investigasi terkait kematian Pendeta Yeremia, serta pos-pos TNI di Sugapa dan sekitarnya. Beberapa waktu lalu, kelompok ini menembak salah satu dosen UGM anggota TGPF, Bambang, juga Satgas Apter Hitadipa, Sertu Faisal.

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kapen Kogabwilhan III) Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan, dalam kontak senjata itu, TNI berhasil melukai satu anggota KKSB.

Namun saat penyisiran kata Kolonel Czi Suriastawa, korban luka tembak tak ditemukan. Diduga dilarikan oleh rekan-rekannya sesama KKSB, masuk ke dalam hutan.

Namun, TNI mendapatkan satu pucuk senjata api laras panjang rakitan yang dilengkapi dengan teleskop, berikut 19 butir munisi kaliber campuran (5,56 mm dan 7,62 mm).

“Hingga saat ini TNI terus melakukan pengejaran di daerah Sugapa untuk menangkap gerombolan KKSB yang sering melakukan tindakan pengacau keamanan, khususnya di Pos yang dijaga TNI,” tegas Kolonel Czi Suriastawa.