MAKASSAR, BUKAMATA -- Seorang dosen Fakultas Hukum UMI turut ditangkap saat ricuh unjuk rasa Omnibus Law, Kamis, 8 Oktober 2020. Dosen berinisial AM (27), terjebak di tengah kerumunan pengunjuk rasa, saat petugas menembakkan gas air mata.
Saat penyisiran, dia ikut terjaring dan dibawa petugas. AM mengaku dianiaya petugas saat penangkapan.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, aparat telah bertindak sesuai prosedur yang tepat dalam penangkapan. Itu untuk mengendalikan massa pedemo kala itu.
"Situasi saat itu ada unjuk rasa yang berujung anarkis dan berlangsung hingga malam hari. Sehingga, prosedur pengamanan yang dilakukan adalah pembubaran massa," kata Ibrahim, Selasa (13/10/2020).
Menurut Kombes Ibrahim, aparat sudah melakukan imbauan lewat pengeras suara, agar massa membubarkan diri. Hanya saja tak diindahkan. Karenanya, aparat menyemprotkan water cannon dan menembakkan gas air mata. Tujuannya, mengurai massa.
Namun, setelah serangkaian prosedur itu telah dilakukan, massa tak juga membubarkan diri. Kepolisian pun mengerahkan pengendalian massa (dalmas) untuk menghalau pendemo. Menurut Kombes Ibrahim, seharusnya dalam situasi ini, warga yang bijaksana bisa menilai situasi yang terjadi dan meninggalkan tempat.
Karenanya kata Kombes Ibrahim, aparat patut menduga, orang-orang yang tinggal di lokasi unjuk rasa adalah pelaku kerusuhan. Pasalnya tidak mematuhi imbauan polisi.
"Untuk itu sesuai kewenangan yang ada di dalam KUHAP. Maka undang-undang memperbolehkan bagi petugas untuk memeriksa, memberhentikan dan mengamankan seseorang yang dicurigai di tempat kejadian," ujar Kombes Ibrahim.
Mengenai penangkapan dosen UMI, Kombes Ibrahim Tompo mengaku akan melakukan pendalaman terkait prosedur penangkapan yang dilakukan petugas di lapangan. "Kami akan memberikan jawabannya setelah pemeriksaan dan pendalamannya selesai dan lengkap," paparnya.
BERITA TERKAIT
-
CCTV di Lokasi Dugaan Penganiayaan oleh Ketua DPRD Bone Rusak, Polisi Lanjut Periksa Saksi
-
Dugaan Aniaya Staf, Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong Dipanggil BK
-
Ketua DPRD Bone Terlapor Kasus Penganiayaan, Beda Versi Keterangan Saksi dan Korban
-
Pemerintah Pastikan Proses Hukum Kasus Dugaan Kekerasan Perempuan di Cirebon Berjalan Profesional
-
Cinta Ditolak, Pelajar 17 Tahun Tega Habisi Nyawa Petugas Kebersihan di Luwu Timur