Redaksi : Sabtu, 10 Oktober 2020 08:19
TGPF diserang KKB saat olah TKP di Intan Jaya.

PAPUA, BUKAMATA - Bambang Purwoko dan tim pencari fakta lainnya, baru saja melakukan olah TKP penembakan pendeta Reremia Zanambani di Intan Jaya, ketika tiba-tiba diberondong tembakan dari atas bukit.

Tim yang dipimpin Benny Mamoto itu segera tiarap begitu mendengar desingan peluru. Namun, dua peluru mengenai anggota tim dari UGM, Bambang Purwoko. Dosen Universitas Gadjah Mada itu terkena peluru di pergelangan tangan kiri dan kaki kiri. Begitu juga seorang personel Satgas Apter Hitadipa, Sertu Faisal Akbar, tertembak di pinggang.

Bambang dan Sertu Faisal dievakuasi menggunakan pesawat TNI AU menuju Jakarta.

Pelaku penembakan diduga Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Asops Kogabwilhan III Brigjen TNI Suswatyo mengatakan, korban penembakan KKB sudah dievakuasi ke Timika dan langsung diterbangkan ke Jakarta.

"Dua korban atas nama Bambang dan Sertu Faisal sudah dievakuasi dan langsung diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat AU," Kata Suswatyo kepada wartawan, Sabtu (10/10/2020).

Kapen Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa kepada wartawan, Jumat (9/10/2020) mengatakan, penembakan terjadi di daerah Kampung Mamba Bawah, Distrik Hipadita, Intan Jaya, hari ini pukul 15.30 WIT. Saat itu TGPF sedang kembali dari Distrik Hitadipa menuju ke Sugapa.

Korban penembakan pertama adalah Satgas Apter Hitadipa, Sertu Faisal Akbar, yang mengalami luka tembak di pinggang dan dalam kondisi sadar. Satu korban lain ialah dosen UGM yang masuk ke dalam TGPF, Bambang Purwoko, yang saat ini juga dalam kondisi sadar. Bambang mengalami luka tembak di pergelangan kaki kiri dan pergelangan tangan kiri.

Aparat keamanan memberikan respons atas kejadian penembakan ini. Tim Satgas Nemangkawi dibantu Brimob dan TNI dikerahkan untuk mengejar para pelaku.

"Kapolda Papua (Irjen Paulus Waterpaw) telah perintahkan Dirkrimum, Kasatbrimob untuk koordinasi dengan TNI dan Satgas Nemangkawi untuk mengejar pelaku penembakan di Intan Jaya," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2020).